Berita

Emrus Sihombing/Ist

Politik

Emrus Sihombing: Maruarar Sirait Tunjukkan Kesombongan Politik

MINGGU, 01 DESEMBER 2024 | 16:53 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Pesan politis yang disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait lewat kata ‘jangan membangunkan singat tidur’ mendapat kritik dari Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing.

Menurut Emrus, gaya komunikasi tersebut menyampaikan pesan menakuti rakyat dan memperlihatkan kesombongan politik. Hal  yang menurutnya akan membuat masyarakat menjauh dari pemerintah.

“Kesombongan politik seperti ini justru membuat rakyat menjaga jarak dan bahkan semakin jauh dari aktor politik yang bersangkutan,” katanya, Minggu 1 Desember 2024.


Sebelumnya, Maruarar Sirait menilai dukungan terbuka yang disampaikan oleh Anies Baswedan buat Pramono Anung-Rano Karno bak membangunkan dua macan tidur. Menurut Maruarar, dukungan Anies telah “menyenggol” Joko “Jokowi” Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.

“Sekarang, sudah susah lagi dengan adanya Anies. Macan tidurnya itu yang selama ini tenang-tenang, namanya Jokowi dan Prabowo,” ujar pria yang akrab disapa Ara tersebut.

Emrus menilai ada berbagai macam pesan komunikasi politik dalam suatu kontestasi politik. Satu diantaranya, bentuk pesan yang menakut-nakuti rakyat atau bisa juga dimaknai sebagai kesombongan politik dari orang yang melontarkan pesan tersebut. 

Padahal, saat pesan dilontarkan situasi politik sedang tidak ada sama sekali yang perlu ditakuti oleh masyarakat termasuk takut terhadap orang yang melontarkan pesan tersebut. 

Menurut Emrus, pesan kesombongan politik tersebut justru membuat rakyat menjaga jarak dan bahkan semakin jauh dari aktor politik yang bersangkutan. Akibatnya, rakyat menjadi tidak setuju atau menolak sama sekali gagasan, termasuk tidak mendukung kehendak politik dari aktor politik tersebut. 

“Padahal, di negara yang berdasarkan Pancasila, pesan komunikasi politik tersebut tidak perlu terlontar ke ruang publik sebagai pesan yang serius. Pancasila mengajarkan tentang keberadaban sebagaimana tertuang pada Sila Kedua Pancasila yaitu, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Artinya, setiap pesan komunikasi yang disampaikan ke ruang publik harus berbasis pada kemanusiaan dan keberadaan,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya