Berita

Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dalam konferensi pers Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2024, di Hotel Pullman Jakarta pada Jumat 29 November 2024/RMOL

Bisnis

Kadin Desak Pemerintah Tunda Kenaikan PPN 12 Persen

SABTU, 30 NOVEMBER 2024 | 00:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah untuk menunda kebijakan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen.

Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid menilai bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang saat ini sedang menurun, tidak seperti kondisi saat kebijakan PPN 12 persen disahkan pada 3 tahun lalu.

"Sekarang ini keadaannya sangat berbeda dari lebih 3 tahun lalu. Sekarang dengan keadaan kondisi ekonomi dunia global, geopolitik yang terjadi di luar negeri sampai Amerika Serikat pun yang namanya the buying power itu sudah menurun," kata Arsjad dalam konferensi pers Rapimnas Kadin 2024, di Hotel Pullman Jakarta pada Jumat 29 November 2024.


Arsjad berpendapat, kenaikan PPN menjadi 12 persen juga akan berdampak ke dunia usaha dan masyarakat. Ia khawatir ketika pelaku usaha menaikkan harga barang, konsumen jadi menanggung akibatnya.

"Nah jadi itu pun berdampak. Nah makanya kita harus, kita menyuarakan, untuk menunda. Menunda PPN 12 persen," tegasnya.

Untuk itu, Arsjad berharap pemerintah memperhatikan aspek-aspek tersebut, agar ekonomi Indonesia tidak lesu. Menurutnya, saat ini penting untuk menjaga laju perekonomian, apalagi pemerintah menargetkan untuk mencapai pertumbuhan sebesar 8 persen.

"Kami menyarankan kepada pemerintah untuk menunda PPN 12 persen, karena kalau PPN itu langsung kepada konsumen, langsung berkaitan pada dunia usaha dan masyarakat," kata Arsjad.

Sementara Dewan Pertimbangan Kadin, Andi Rukman N. Karumpa justru menolak kenaikan PPN 12 persen. Menurutnya, pemerintah perlu menyesuaikan implementasi kebijakan dengan keadaan dalam negeri.

"Bukan lagi menunda, tapi kami menolak. Peraturan pemerintah memang harus dilaksanakan, tapi penerapannya harus dipertimbangkan," ujar Andi.

Dia mencontohkan, biaya material atau bahan baku dan jasa konstruksi bisa makin mahal jika kenaikan PPN 12 persen tetap diberlakukan.

Andi mengaku khawatir kenaikan pada keduanya, biaya material dan jasa konstruksi kan meningkatkan biaya proyek secara keseluruhan. Imbasnya, margin pelaku usaha makin tipis, terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Kenaikan PPN 12 persen berdampak pada kenaikan biaya material dan jasa konstruksi, yang pada akhirnya meningkatkan biaya keseluruhan proyek," pungkas Andi.




Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya