Berita

Masjid Al Aqsha/Ist

Global

Umat Islam Didorong Miliki Strategi Pembebasan Al Aqsha

SABTU, 30 NOVEMBER 2024 | 00:19 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Umat Islam di dunia sudah saatnya memiliki strategi pembebasan Al Aqsha dari pendudukan Israel saat ini. 

Direktur Academy for Islamic Jerusalem Studies (ISRA), Syeikh Prof. Dr. Abd Al-Fattah El-Awaisi mengatakan, setelah 107 tahun ini tidak ada rencana strategi pembebasan Al Aqsha dari umat Islam di dunia. 

Penegasan tersebut dikatakan Al Fattah dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan kerjasama Laboratorium Ilmu Politik, Program Magister Ilmu Politik dan Program Studi Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah dengan Asia Middle East Center for Research and Dialog (AMEC) serta Academy for Islamic Jerusalem Studies (ISRA), The United Kingdom, Jumat 29 November 2024.


Tanpa strategi pembebasan itu, kata Al Fattah, maka Al Aqsha tidak dapat dilepaskan dari penjajahan.

“Untuk mewujudkan langkah-langkah strategis dalam pembebasan Al-Aqsa, kita harus terlebih dahulu memiliki ilmu yang bermanfaat dan relevan dengan tujuan tersebut," kata Al Fattah yang berbicara dari Edinburg, Skotlandia.

Ilmu yang bermanfaat, menurut Al Fattah, bukan sekadar pengetahuan teoretis, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam mengenai sejarah, politik, ekonomi, dan dinamika sosial yang melingkupi isu Al-Aqsa.

Langkah selanjutnya, kata Prof Fattah, adalah persiapan politik dan persiapan militer. 

Dari Sejarah Nabi Muhammad SAW, persiapan politik dan persiapan militer didasarkan dalam persiapan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu umat Islam harus terus memperkuat persiapan ilmu pengetahuan dalam pembebasan Al Aqsha.

Selanjutnya juga ditekankan bahwa pembebasan Palestina merupakan tuntutan masyarakat global, tidak hanya dunia Muslim. Tragedi genosida yang terjadi di Gaza saat ini memberi pelajaran agar dunia bergerak bersama untuk menyelamatkan kemanusiaan. 

Indonesia terlibat aktif dalam upaya pembebasan Palestina, tidak hanya unsur pemerintah dan parlemen, tetapi juga organisasi masyarakat dan tokoh-tokoh informal.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya