Berita

Irwasum Polri Irjen Dedi Prasetyo/Istimewa

Presisi

Irwasum Dedi Prasetyo Pimpin Evaluasi Penggunaan Senpi Anggota Polri

RABU, 27 NOVEMBER 2024 | 05:56 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Evaluasi penggunaan senjata api oleh anggota dipastikan akan dilakukan Polri. Hal ini dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden penembakan kepada sesama anggota.

Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menjawab pertanyaan wartawan soal apakah Polri akan melakukan evaluasi penggunaan senjata pada anggotanya, sebagai buntut penembakan yang dilakukan bekas Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar terhadap Kasatreskrim Kompol Anumerta Ryanto Ulil. 

Sandi menyatakan, evaluasi penggunaan senjata api ini akan dipimpin langsung oleh Irwasum Polri Irjen Dedi Prasetyo.


"Kita kumpulkan semua keterangan, itu menjadi bahan evaluasi secara lengkap, nanti Irwasum akan memimpin evaluasinya sendiri, sehingga nanti hasil evaluasi seperti apa, nanti akan disampaikan," ujar Sandi Nugroho, di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 26 November 2024.

Tak hanya itu, Sandi juga menyebut pemakaian bodycam oleh anggota akan turut dievaluasi. Sandi memastikan Korps Bhayangkara terbuka masukan dari masyarakat agar dapat lebih baik lagi ke depannya.

"InsyaAllah mohon doanya sehingga ke depan tidak akan lagi terjadi kejadian semacam ini, mudah-mudahan polisi bisa lebih baik ke depan," imbuhnya.

Dua kasus penembakan oleh anggota Polisi tengah menjadi sorotan masyarakat belakangan ini. Pertama, kasus polisi tembak polisi di Solok Selatan.

Di mana Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Kompol Anumerta Ulil Ryanto Anshari tewas ditembak Kabag Ops AKP Dadang Iskandar di Mapolres Solok Selatan Jorong Bukit Malintang Barat, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Jumat dinihari, 22 November 2024. 

Kemudian, peristiwa seorang siswa SMK Negeri 4 Semarang yang meninggal dunia diduga akibat luka tembak di tubuhnya. Tembakan itu disinyalir berasal dari senjata api anggota kepolisian.

Saat ini perkara tersebut tengah ditangani oleh Polda Jawa Tengah. Mabes Polri pun turut memberi asistensi dalam penyelidikan kasus ini.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya