Berita

Direktur Eksekutif Para Syndicate, Virdika Rizky Utama (tangkapan layar/RMOL)

Politik

Jokowi Pengusaha "Jasa Titip" di Pilkada 2024

SELASA, 26 NOVEMBER 2024 | 15:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dianggap bukan lagi kembali menjadi pengusaha ataupun seorang negarawan, melainkan sebagai pengusaha "jasa titip" atau Jastip karena mengendorse calon-calon tertentu di Pilkada 2024.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Para Syndicate, Virdika Rizky Utama dalam acara diskusi bertajuk "Selamatkan Pilkada, Selamatkan Demokrasi: Tolak Kriminalisasi, Cawe-cawe, dan Politik Uang!!" Di Kantor Para Syndicate, Jalan Wijaya Timur 3 nomor 2A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 26 November 2024.

"Hari ini lanskap politik Indonesia itu erat dengan Jokowi dan juga cawe-cawe. Jadi cawe-cawe adalah Jokowi, dan Jokowi adalah cawe-cawe," kata Virdika.


Parahnya lagi, lanjut dia, hal itu dilakukan Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Bahkan menginfluence Presiden Prabowo Subianto.

"Dia (Prabowo) baru kunjungan gitu dari luar negeri yang dengan high profile membangun diplomasi dan menarik investasi dari dunia ke Indonesia, tapi masih kemudian ikut-ikutan Jokowi itu untuk ikut main-main di Pilkada, menurutku ini menjadi sebuah masalah gitu," terang Virdika.

Padahal menurut Virdika, Pilkada semangatnya adalah semangat reformasi untuk mengantitesiskan pemerintahan sentralistik di zaman Orde Baru.

"Tapi hari ini kita lihat syahwat politik Jokowi dan Prabowo juga sangat besar yang ini tentu sangat serius gitu untuk mencederai, dan tambah merusak demokrasi," tutur Virdika.

Melalui diskusi ini, Virdika berharap dapat menguatkan masyarakat agar tidak terpengaruh dengan intervensi yang dilakukan kekuasaan atau anasirnya Jokowi.

"Jadi kita melihat bahwa hari ini Jokowi bukan lagi sebagai kembali menjadi pengusaha atau negarawan, tapi pengusaha jasa titip, saya titipkan saya titipkan. Bagaimana untuk melawan ini semua, kita harus pilih, masyarakat harus pilih calon yang tidak didukung oleh Jokowi dan juga Prabowo," pungkas Virdika.

Dalam acara diskusi ini turut dihadiri 4 narasumber, yakni Ketua Para Syndicate Ari Nurcahyo, Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti, Dosen Ilmu Politik Fisipol UKI Sidratahta Mukhtar, dan Analis Exposit Strategic Arif Susanto dengan moderator Lutfia Harizuandini selaku peneliti Para Syndicate.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya