Berita

Praktisi hukum Alvin Lim

Hukum

Alvin Lim Siap Kawal Kasus Hakim PN Medan Sampai ke MA

SENIN, 25 NOVEMBER 2024 | 17:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Praktisi hukum Alvin Lim mengaku siap mengawal kasus Hakim PN Medan yang memvonis lepas (onslag) pasutri terdakwa pemalsuan hingga ke Mahkamah Agung (MA).

"Kami akan kawal karena ini sesuatu yang sangat janggal dan menciderai. Kalau dibiarkan begini, ya mau bagaimana jadinya sistem hukum di Indonesia?” tegasnya Alvin Lim saat dihubungi, Senin, 25 November 2024.

Pendiri LQ Indonesia Law Firm ini menduga, ada kepentingan terselubung di balik vonis lepas pasutri yang sebelumnya didakwa pemalsuan hingga merugikan perusahaan sampai Rp583 miliar.


“Ada muatan yang sarat kepentingan pihak tertentu. Kasus pemalsuan kok bisa onslag, ini sebelas dua belas seperti kasusnya Ronald Tannur (di PN Surabaya),” jelas Alvin Lim.

Iya juga menduga ada main mata dalam putusan tersebut. Sebab dalam kasus pemalsuan surat kuasa, selalu ada pihak terkait yang dihadirkan dalam persidangan.

“Kita awasi jangan sampai terjadi hal yang tidak-tidak di situ. Supaya masyarakat tahu dan harapannya MA bisa lurus memutus,” tambahnya.

Di sisi lain, Alvin Lim mendesak MA dan Komisi Yudisial (KY) tidak tinggal diam memeriksa tiga hakim pengadil kasus pemalsuan tanda tangan CV Pelita Indah dengan terdakwa Yansen dan Meliana Jusman ini.

Ketiga hakim dimaksud adalah M Nazir selaku Hakim Ketua, Efrata Happy Tarigan dan Khairulludin sebagai Hakim Anggota.

"Kita enggak boleh biarkan saja oknum (hakim) semena-mena. Maksudnya, kalau memang ada dugaan ketidakbenaran di situ, otomatis MA sama KY harus bertindak memeriksa dan memanggil," tandas Alvin.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya