Berita

Petugas mengevakuasi korban longsor di Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara/RMOL

Nusantara

Kerakusan Mengeruk Hutan Picu Longsor di Karo

MINGGU, 24 NOVEMBER 2024 | 19:34 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Bencana longsor yang menimpa kawasan pemandian Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Karo Sumatera Utara, menyisakan duka pada dimana 10 orang dinyatakan hilang akibat tertimbun material longsor.

Akademisi Universitas Sumatera Utara, Roy Fachraby Ginting menyatakan keprihatinannya atas bencana tanah longsor tersebut.

“Ini semua dampak dari kerusakan  hutan yang semakin parah dan pembiaran perusakan hutan selama ini,” katanya, Minggu, 24 November 2024.


Menurut Roy, tingkat kepedulian dari semua pihak sangat rendah dalam menjaga kawasan hutan. Selain rendahnya pengawasan pemerintah dan aparat penegak hukum, hal ini juga diperparah dengan pengerukan humus yang semakin massif dilakukan masyarakat tanpa memperhatikan kerusakan lingkungan.

“Rakyat saat ini juga tidak mau peduli dan pemerintah juga melakukan pembiaran sehingga kerusakan hutan semakin besar dan luas. Hal ini tentu tinggal menunggu bencana alam yang lebih besar sudah di depan mata,” ujarnya.

Dikatakan cendekiawan yang cukup kritis ini, hutan memiliki manfaat yang baik bagi kehidupan seluruh makhluk hidup dan termasuk kita semua. Hal yang membuat nenek moyang selalu menjaga kawasan hutan untuk menopang kehidupannya.

“Nenek moyang suku Karo sejak ratusan lalu sudah memberikan perhatian dan perlindungan hutan sebagai pemberi oksigen dan juga penyerap karbon dioksida, dan menjadi sumber penghidupan masyarakat desa dengan konsep Kerangen kuta dan tapin kuta yang di jaga ketat sekali dengan memadukan kepercayaan mistis atau keramat,” ungkapnya.

Saat ini kata Roy, banyak hutan di wilayah Taneh Karo Simalem dan sekitarnya seperti Deli Serdang, Langkat dan Simalungun Atas serta Dairi yang kini menjadi gundul akibat ulah manusia yang egois dan serakah dengan melakukan penebangan liar dan juga alih fungsi lahan.

“Mereka sadar atau tanpa menyadari hal ini akan menjadi sumber bencana bagi kehidupan anak cucu kita dan mulai kita rasakan saat ini dengan longsor dan banjir bandang dan tentu hal itu bukan hanya manusia yang terancam, namun juga ekosistem makhluk hidup lain akan terancam”, 
pungkasnya.

Berdasarkan data dari Kapolres Karo, AKBP Eko Yulianto menyebut, derasnya hujan disinyalir menjadi penyebab kontur tanah menjadi labih hingga memicu terjadinya bencana. Upaya pencarian masih dilakukan dengan mengerahkan alat berat.

“Hingga kini, 10 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor,” kata Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto kepada wartawan, Minggu, 24 November 2024.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya