Berita

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan/RMOL

Bisnis

Kejar Target Swasembada Gula dalam 4 Tahun, Zulhas Sasar Lahan Baru di Merauke

JUMAT, 22 NOVEMBER 2024 | 10:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kolaborasi yang baik antar kementerian dan pemanfaatan teknologi canggih, menjadi kunci keberhasilan mencapai swasembada gula.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zuhas optimistis jika kolaborasi tersebut berjalan baik maka Indonesia bisa mencapai swasembada gula kurang dari empat tahun. 

Zulhas menyebutkan, produksi gula tahun ini akan mencapai 2,4 juta ton. Namun, masih defisit 800 ribu ton. 


“Kalau dulu 2,2 juta ton. Tahun ini 2,4 juta ton. Berarti naik 200.000 ton. Kita ini kurangnya kira-kira 800 ribu ton,” ujar Zulhas, saat menghadiri peluncuran Program Manis menuju Swasembada Gula Nasional, di Lumajang, Jawa Timur, dikutip Jumat 22 November 2024. 

Namun, kini pemerintah telah menyalurkan sejumlah bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke sejumlah petani. Pemerintah juga memberikan bibit unggul untuk menggenjot produksi pertanian.

"Kita pakai teknologi, ada drone, irigasinya, alatnya juga kalau dulu pakai cangkul, sekarang pakai mesin. Bibitnya varietas baru yang merupakan bibit unggul dari sebelumnya, sehingga produktivitasnya bisa tinggi," jelas Zuhas. 

Menurutnya, produksi gula di Indonesia sudah mengalami kenaikan. Tahun lalu produksinya mencapai 2,2 juta ton. Tahun ini meningkat menjadi 2,4 juta ton.

"Namun untuk memenuhi kebutuhan gula nasional masih kurang 800 ribu ton, kami akan mempercepat. Kalau produktivitasnya tinggi dan untungnya banyak, sehingga petani tebu akan menanam lagi dan Indonesia bisa swasembada gula sebelum 2028," teran Zulhas. 

Selain memanfaatkan teknologi dan pemberian bibit unggul, pemerintah juga bakal melakukan optimalisasi lahan-lahan yang telah ada untuk meningkatkan produksi tebu.

“Yang ada dioptimalisasi, lahan-lahan yang ada dioptimalisasi melalui teknologi, bibit unggul, dan lain sebagainya,” ujarnya. 

Ia mengatakan, wilayah seperti Merauke menjadi target pengembangan lahan baru. 

"Kita akan kembangkan lahan baru di wilayah Merauke dan beberapa tempat lain. Merauke ini ada 600.000 hektar lahan baru," kata Zulhas.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya