Berita

Bursa Efek New York/Net

Dunia

FBI Gagalkan Upaya Pemboman di Bursa Efek New York

KAMIS, 21 NOVEMBER 2024 | 16:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seorang pria asal Florida ditangkap pada Rabu, 21 November 2024 waktu setempat setelah diduga merencanakan pemboman terhadap bangunan Bursa Efek New York (NYSE).

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengungkap identitas tersangka ialah Harun Abdul-Malik Yener, berusia 30 tahun.

Dikatakan bahwa Yener mencoba menggunakan alat peledak untuk merusak atau menghancurkan gedung yang digunakan dalam perdagangan antarnegara bagian.


FBI mulai menyelidiki Yener pada bulan Februari setelah mendapat informasi bahwa ia telah menyimpan skema pembuatan bom di unit penyimpanan.

Selama penyelidikan, agen menemukan bahan-bahan pembuat bom, termasuk sketsa, papan sirkuit elektronik, dan jam tangan dengan pengatur waktu.

Menurut FBI, Yener telah meneliti teknik pembuatan bom secara daring sejak 2017. Ia juga membahas rencana dengan agen rahasia, dengan menyatakan bahwa ia bermaksud meledakkan bom tersebut seminggu sebelum Thanksgiving.

"Pelaku secara khusus menargetkan NYSE, dengan keyakinan bahwa lokasi tersebut akan menjadi lokasi penting yang akan menarik perhatian publik," ungkap laporan FBI, seperti dimuat Associated Press.

Setelah diinterogasi, Yener mengaku alasannya melakukan aksi terorisme adalah untuk membangunkan orang-orang dan memulai kembali pemerintahan baru.

Dia mengklaim ledakan yang ia rencanakan seperti ledakan nuklir kecil yang akan menewaskan semua orang di dalamnya.

Yener juga mengatakan kepada FBI bahwa ia ingin meledakkan bom seminggu sebelum Thanksgiving dan bahwa bursa saham di Manhattan bagian bawah akan menjadi lokasi yang populer untuk diincar.

"Bursa Saham, kami ingin menyerangnya, karena akan membangunkan orang-orang,” ujar Yener.

Yener menjalani sidang pertamanya pada Rabu sore, 20 November 2024 dan akan ditahan sembari menunggu persidangan.

Menurut dokumen pengadilan, ia diketahui mengunggah video di saluran YouTube tentang pembuatan bahan peledak dan kembang api dari barang-barang rumah tangga, dan memiliki riwayat membuat ancaman.

Ia dipecat tahun lalu dari sebuah restoran di Coconut Creek, Florida, setelah mengancam akan melakukan pembunuhan.

Ia juga merupakan bagian dari kelompok kecil yang mencoba bergabung dengan kelompok antipemerintah sayap kanan "Boogaloo Bois" dan kelompok ekstremis Proud Boys tetapi ditolak keanggotaannya karena ia mengatakan ingin "mengejar kematian sebagai martir".

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya