Berita

Buruh berdemonstrasi di Athena, Yunani/AFP

Global

Demonstrasi 24 Jam di Yunani Tuntut Ekonomi Lebih Layak

Laporan: Sarah Alifia Suryadi
KAMIS, 21 NOVEMBER 2024 | 13:45 WIB

Ribuan warga Yunani melakukan aksi demonstrasi selama 24 jam sebagai bentuk protes terhadap melonjaknya biaya hidup.

Protes dipicu oleh inflasi yang mencapai 2,4 persen, tingginya biaya energi, makanan, dan perumahan, serta rendahnya upah.

Menurut laporan kepolisian, protes ini melibatkan sekitar 15.000 orang di Athena dan 4.000 lainnya di Thessaloniki pada Rabu, 20 November 2024 waktu setempat. 


Pada hari sebelumnya, para jurnalis juga melakukan demonstrasi atas pembaruan perjanjian kerja kolektif yang terakhir diperbarui pada 2008.

Aksi mogok ini diprakarsai oleh Konfederasi Umum Buruh Yunani (GSEE) yang mewakili sekitar 2,5 juta pekerja.

GSEE menyatakan bahwa langkah ini adalah tanggapan atas kebijakan pemerintah yang gagal menjamin standar hidup layak bagi buruh.

"Kami menuntut pemerintah mengembalikan apa yang telah mereka ambil selama satu dekade terakhir. Daya beli kami telah berkurang hingga 50 persen, dan inflasi memengaruhi segalanya," ujar Giorgos Skiadiotis, seorang pensiunan yang mengikuti aksi, dikutip dari Reuters, Kamis 21 November 2024.

Meskipun ekonomi Yunani telah pulih setelah krisis utang 2009-2018, banyak warga masih bergulat dengan dampaknya. Upah minimum bulanan sebesar 830 euro dianggap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengumumkan upah minimum akan naik menjadi 950 Euro pada tahun 2027.

Mitsotakis juga meminta Uni Eropa untuk membantu mengatasi disparitas harga energi di negara-negara anggotanya.

Namun, warga Yunani menilai langkah ini terlalu lambat dan tidak cukup merespons lonjakan harga kebutuhan pokok.

Aksi demonstrasi ini melumpuhkan layanan publik, transportasi, hingga pengiriman barang dari jalur darat dan laut.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya