Berita

Presiden Prabowo Subianto dalam KTT APEC CEO Summit di Lima, Peru/Tangkapan layar RMOL

Bisnis

Undang Investor Asing di KTT APEC, Prabowo Bidik Investasi Rp9.538 Triliun Buat Biayai Hilirisasi

SABTU, 16 NOVEMBER 2024 | 13:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto tengah mencari pendanaan untuk membiayai hilirisasi 26 komoditas di Indonesia senilai 600 miliar Dolar AS atau senilai Rp9.538 triliun.

Dalam KTT APEC CEO Summit di Lima, Peru, Prabowo mengundang para investor asing untuk menjajaki kerja sama tersebut.

"Kami memiliki 26 komoditas yang kami bertekad untuk memiliki industri pengolahannya. Kami menghitung bahwa kami membutuhkan investasi sekitar 600 miliar Dolar AS," kata Prabowo dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu 16 November 2024.


"Dan kami mengundang peserta (investor) asing untuk datang dan mengambil bagian dalam hal ini," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya yang luar biasa, seperti program perikanan, budidaya perairan, dan industri pengolahan. Kepala negara itu pun menegaskan dirinya akan mendorong lebih banyak eksplorasi minyak dan gas, serta mineral lainnya.

Selain itu, Prabowo juga berjanji untuk melindungi semua investasi di Indonesia, dan menjamin kondisi ekonomi yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.

"Indonesia terbuka untuk lebih banyak bisnis. Saya bertekad untuk melindungi semua investasi, memberikan kondisi ekonomi yang menguntungkan, dan terlibat dalam organisasi ekonomi utama dunia, dan bekerja sama dengan anda semua untuk menciptakan kesejahteraan bersama," kata Prabowo.

Dikatakan Prabowo, dirinya memahami kekhawatiran para investor terkait kepastian sistem hukum, karena sebelum menjadi presiden, ia juga merupakan seorang pengusaha. Untuk itu, ia menjanjikan perlindungan tersebut.

"Saya pikir bisnis swasta menginginkan kepastian sistem hukum. Bisnis swasta menginginkan iklim ekonomi, iklim politik, stabilitas, keamanan, dan kondisi yang baik, insentif yang menguntungkan, dan inilah yang sedang kami tangani. Kami telah meliberalisasi hukum kami," tuturnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya