Berita

Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar dan Duta Besar Tiongkok Jiang Zaidong.

Dunia

Pejabat Pakistan dan Tiongkok Tengkar Terbuka, Koridor Ekonomi Terdampak

RABU, 13 NOVEMBER 2024 | 09:19 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Hubungan antara Pakistan dan Tiongkok diberitakan memburuk setelah Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar dan Duta Besar Tiongkok Jiang Zaidong bertengkar di depan publik terkait serangan yang dialami warga negara Tiongkok di Pakistan. 

Bukan hanya menciptakan ketegangan, kegaduhan ini juga menimbulkan keraguan tentang masa depan Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan.

Pertengkaran itu terjadi akhir Oktober lalu, ketika keduanya berbicara di seminar yang diselenggarakan oleh Institut Pakistan-Tiongkok, di Islamabad. 


Ishaq Dar berusaha keras menyenangkan Jiang Zaidong yang juga hadir dalam acara tersebut.

Dar menyatakan bahwa Pakistan adalah satu-satunya negara tempat Tiongkok akan mengirimkan warga negaranya meskipun ada masalah keamanan.

“Pihak Tiongkok sangat tegas. Tidak peduli seberapa menguntungkan peluang investasi, jika ada masalah keamanan, mereka tidak akan mengirimkan personel Tiongkok. Negara Anda (Pakistan) adalah satu-satunya pengecualian,” kata Dar.

Utusan Tiongkok langsung berdiri dan membantah Dar.

“Keamanan warga negara Tiongkok adalah yang terpenting bagi Presiden Xi,” katanya.

Utusan tersebut juga memperingatkan bahwa kekerasan yang menargetkan warga negara Tiongkok menyebabkan Beijing mempertimbangkan kembali investasinya di Pakistan di bawah BRI. Ia juga menekankan perlunya Islamabad mengambil tindakan untuk mencegah terulangnya serangan semacam itu.

Namun, Islamabad tidak menerima begitu saja tanggapan utusan Tiongkok tersebut. Dalam tanggapan resmi yang belum pernah terjadi sebelumnya, juru bicara Kantor Luar Negeri Pakistan kemudian menggambarkan pernyataan duta besar Tiongkok tersebut sebagai "membingungkan" dan merupakan penyimpangan nyata dari norma diplomatik lama yang mengatur hubungan bilateral antara kedua negara.

Beijing kesal dengan kematian tujuh warga negara Tiongkok di Pakistan dalam serangan bunuh diri sejak Maret tahun ini. Setidaknya 23 warga negara Tiongkok telah tewas di Pakistan sejak 2018, setelah peluncuran Koridor Ekonomi Tiongkok Pakistan pada 2015.

Namun, rakyat Pakistan tampaknya tidak mengindahkan kemarahan utusan Tiongkok tersebut. Dalam insiden berikutnya pada minggu pertama bulan November, dua warga negara Tiongkok terluka, salah satunya kritis, ketika seorang penjaga keamanan di kawasan Industrial Trading Estate di Karachi melepaskan tembakan ke arah mereka.

Dalam waktu dua hari setelah insiden penembakan tersebut, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi menemui duta besar Tiongkok Jiang Zaidong, menyatakan penyesalannya atas insiden Karachi, dan meyakinkannya bahwa memastikan keselamatan warga negara Tiongkok adalah prioritas utama pemerintah Pakistan. Keduanya kemudian sepakat untuk menyusun strategi bersama guna mencegah terulangnya insiden semacam itu.

Masyarakat Pakistan pada umumnya khawatir atas peningkatan eksponensial dalam migrasi warga negara Tiongkok ke Pakistan untuk bekerja di proyek-proyek Prakarsa Sabuk dan Jalan dan kesal dengan cara masyarakat Tiongkok memperlakukan warga negara Pakistan pada umumnya sebagai orang yang lebih rendah. 

Sebagian besar serangan terhadap warga negara Tiongkok di Pakistan terjadi di Balochistan. Masyarakat Baloch khawatir bahwa pada tahun 2048 jumlah penduduk lokal di provinsi Pakistan akan kalah banyak daripada imigran Han, sehingga menimbulkan situasi yang mirip dengan yang dihadapi oleh masyarakat Uighur di Xinjiang.




Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya