Berita

Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad/Ist

Nusantara

Penunjukan Sekda Marullah Bukan Politis

SELASA, 12 NOVEMBER 2024 | 02:52 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta.

Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad mengatakan, sebagai putra daerah dan pegawai yang berkarir di Jakarta, Marullah tentu paham dinamika dan permasalahan yang terjadi di Jakarta.

“Kami mengapresiasi Presiden Pak Prabowo memberikan ruang dan tempat kepada warga Betawi menjadi pemimpin ASN nomor satu di lingkungan pemerintahan daerah,” kata Riano dikutip Senin, 11 November 2024.


Riano juga menepis anggapan bahwa pergantian Sekda DKI ini kental dengan muatan politis, karena dilakukan jelang Pilkada Jakarta dan pembahasan anggaran 2025.

Menurut Riano, mekanisme pergantian Sekda DKI oleh Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi tentu sudah mengacu pada aturan perundang-undangan, salah satunya mendapat persetujuan dari Mendagri Tito Karnavian dan Presiden Prabowo Subianto.

“Menurut saya tidak ada muatan politis, semua ini sudah on the track dan secara mekanisme itu dilalui dan ditempuh, kan kalau tidak menempuh mekanisme kan pasti tidak mungkin Keputusan Presiden bisa turun,” kata Riano.

Kata dia, Pemprov DKI Jakarta tidak perlu melakukan lelang jabatan atau open bidding terhadap pengangkatan Sekda DKI.

Sebabnya, Marullah sebelum mengisi jabatan Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, dia menjabat sebagai Sekda DKI.

“Jadi nggak perlu ada lelang jabatan, kecuali memang dia (Marullah) itu eselon II, sedangkan dia kan eselon I kayak jabatan sekarang, dan memang secara aturan demikian,” kata Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Nasdem ini.

Diberitakan sebelumnya, setelah dicopot dari jabatan Sekda DKI Jakarta pada 2022 lalu, Marullah Matali kini kembali menempati kursi tersebut menggantikan Joko Agus Setyono pada Jumat, 8 November 2024.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya