Berita

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodidjah/RMOL

Nusantara

Kesenjangan Gender Masih Jadi Masalah Serius dalam Dunia Riset

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 22:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kesenjangan gender dalam dunia pendidikan dan penelitian masih menjadi masalah serius yang dihadapi peneliti perempuan.

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodidjah mengatakan bahwa peneliti perempuan masih menghadapi berbagai hambatan, salah satunya stigma terhadap peran perempuan.

“Masih terdapat banyak tantangan yang dihadapi oleh perempuan di ranah penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, seperti akses terhadap fasilitas penelitian dan pendanaan, serta stigma dan hambatan sosial, terutama dalam menjalankan peran ganda, baik sebagai ilmuwan maupun sebagai ibu, istri, dan anggota keluarga," katanya saat memberikan sambutan pada acara L’Oréal-UNESCO For Women In Science National Fellowship 2024 Award Ceremony, pada di Hotel Sultan, Jakarta, Senin 11 November 2024.


Berdasarkan data UNESCO pada 2023, total jumlah peneliti perempuan di dunia hanya mencapai 33 persen. Untuk itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Sri Suning Kusumawardani menambahkan bahwa kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang serius bagi pemerintah dalam memperbanyak jumlah peneliti perempuan di Indonesia.

"Data dari UNESCO menyebutkan 33 persen dari total peneliti dunia itu adalah perempuan, kondisi ini mendorong kita untuk bekerja lebih keras dalam memberikan ruang kesempatan yang setara bagi perempuan," tuturnya 

Ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membenahi ketimpangan jumlah peneliti di Indonesia.

"Masih ada tantangan yang kita harus selesaikan bersama seperti ketimpangan akses pendidikan, bias gender, dan keterbatasan sumber daya peneliti. Kerja sama lintas sektor sangat diperlukan," kata Sri.

Adapun dalam menjawab masalah ini, program L'Oréal-UNESCO kembali hadir dengan misi mendukung kontribusi perempuan peneliti Indonesia. Program ini telah memberikan penghargaan bagi 75 perempuan peneliti di Indonesia selama lebih dari 21 tahun, dengan menyediakan akses pembiayaan kepada para peneliti dan menghasilkan 2.511 publikasi ilmiah.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya