Berita

Tangkapan layar Prabowo Subianto bersama Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin/Rep

Politik

Cawe-Cawe Presiden Prabowo untuk Cakada Jateng Masih Multitafsir

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 11:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Video endorse Presiden Prabowo Subianto untuk calon kepala daerah Jawa Tengah (Jateng) dinilai multitafsir lantaran statusnya sebagai presiden atau Ketua Umum Partai Gerindra.

"Prabowo kalau dilihat di video memang cawe-cawe. Sebab, Prabowo di video itu meminta warga Jateng untuk memilih salah satu pasangan yang memang diusung partainya, Gerindra," kata Analis politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga dalam keterangannya, Senin, 11 November 2024.

Namun, lanjut dia, kapasitas Prabowo di video tersebut masih tanda tanya. Pasalnya, jika Prabowo memberikan statemen untuk kadernya hal itu merupakan hal yang lumrah.


"Dalam konteks itu, Prabowo memang kurang jelas kapasitasnya sebagai Ketua Umum Gerindra atau Presiden. Kalau sebagai ketua umum partai, tentu syah saja Prabowo meng-endorse paslon yang diusung partainya," ujarnya.

"Bahkan aneh bila Prabowo tidak meng-endorse paslon yang diusung partainya," sambung dia.

Akan tetapi, Jamiluddin memandang bila dukungan terhadap salah satu paslon di Pilgub Jateng itu kapasitas Prabowo sebagai Presiden, tentu tidak elok.

"Sebab, saat Prabowo dilantik sebagai Presiden, ia sudah milik semua anak bangsa. Karena itu, kurang patut bila Prabowo secara terbuka cawe-cawe dengan mendukung salah satu paslon dalam Pilkada," tutupnya.

Sempat viral di media sosial, Prabowo meng-endorse pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Hal ini menjadi pertanyaan banyak pihak terkait kapasitasnya sebagai presiden.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya