Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Aksi Buang Susu Tidak Akan Terjadi Jika Kementan dan DPR Dengar Keluhan Peternak

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 10:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Aksi peternak mandi susu hingga buang susu tidak akan terjadi jika Kementerian Pertanian (Kementan) dan DPR mendengar keluhan peternak dan mencarikan solusinya.

Menurut Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, perlu ada intervensi dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat atas keluhan peternak sapi yang bikin aksi mandi susu dan membuang susu ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Presiden Prabowo perlu turun tangan tangani protes para peternak sapi di Boyolali itu," kata Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin, 11 November 2024.


Hal ini, disampaikan Muslim merespon adanya aksi mandi susu sebanyak 50 ribu liter susu atau setara dengan nilai Rp400 juta yang dilakukan oleh peternak sapi perah, peloper dan pengepul susu Boyolali, Jawa Tengah, yang terjadi pada Sabtu, 9 November 2024.

Muslim mengaku heran, keluhan peternak lokal itu sebenarnya sudah terjadi sejak September 2024 kemarin. Seharusnya, Kementan dan DPR dapat membantu mencarikan solusi.

"Sehingga tidak perlu aksi yang mubazir itu. Tapi bisa jadi selama ini peternak tidak didengar. Padahal jika segera dimediasi antara peternak dengan pihak pabrik produsen susu, niscaya aksi peternak tidak perlu terjadi," pungkas Muslim.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya