Berita

Bukti chat Dewan Etik dalam grup WhatsApp Persepi/Ist

Politik

Bukti Chat Ungkap Kepentingan Terselubung di Dewan Etik Persepi

MINGGU, 10 NOVEMBER 2024 | 23:24 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bukti chat Dewan Etik dalam grup WhatsApp Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) membuktikan adanyan konflik kepentingan.


Guru Besar Ilmu Politik Universitas Andalas Profesor Asrinaldi mengatakan, bukti chat yang beredar mengindikasikan adanya intervensi dari pihak internal Persepi dalam pengambilan keputusan.

Bukti chat tersebut memuat ancaman dari seorang oknum Dewan Etik yang berupaya menyudutkan hasil survei Pilkada Jakarta dari Poltracking Indonesia. 

Bukti chat tersebut memuat ancaman dari seorang oknum Dewan Etik yang berupaya menyudutkan hasil survei Pilkada Jakarta dari Poltracking Indonesia. 

Hal ini, menurut Asrinaldi, menjadi bukti nyata adanya faktor lain di luar sekadar hasil survei. 

“Adanya chat itu yang terjadi berarti memang ada konteks yang lain dalam survei” kata Asrinaldi dikutip Minggu, 10 November 2024.

Dalam rilis resmi Poltracking, disebutkan bahwa chat tersebut berasal dari salah satu Dewan Etik Persepi yang memiliki peran krusial dalam pengambilan keputusan sanksi terhadap Poltracking.

Asrinaldi menegaskan bahwa adanya conflict of interest sangat mungkin terjadi di balik konflik ini. Ia menyebutkan bahwa salah satu anggota Dewan Etik, Saiful Mujani, juga merupakan pemilik lembaga survei.

Menurut Asrinaldi, keputusan dewan etik yang mengindikasikan wasit sekaligus pemain menjadi menimbulkan conflit of interest. Hal ini menjadikan Dewan Etik Persepi tidak berintegritas dan etika di dalam mengambil keputusan.

“Menurut saya ada pemilik lembaga juga yang memutuskan di dewan etik itu. Kalau itu terjadi mestinya tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan walaupun dia dewan etik,” kata Asrinaldi.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya