Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pengamat Wanti-Wanti BP Danantara Jangan Jadi Tempat Parkir Uang Hasil Usaha Gelap

SABTU, 09 NOVEMBER 2024 | 17:50 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) harus benar-benar diawasi.

Jangan sampai BP Danantara justru jadi tempat parkir aset atau perputaran uang secara ilegal, salah satunya jadi tempat pengumpulan dana judi online yang sedang gencar diberantas di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Ini akan melegalkan sesuatu yang ilegal bagi pebisnis-pebisnis yang selama ini dianggap lakukan aktivitas ilegal, artinya putaran uang masuk ke situ jadi legal kalau punya konektivitas perusahaan hitam," kata Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto kepada RMOL pada Sabtu, 9 November 2024.


"Jadi harus kita awasi betul kinerja dan manfaatnya buat bangsa apa," Tegas Hari.

Di sisi lain, Hari menilai bila kinerja BP Danantara bila nantinya diresmikan harus bersinergi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Lebih spesifik lanjut Hari, BP Danantara yang disebut-sebut akan menjadi subholding BUMN, maka Kementerian Investasi atau BKPM terus menghimpun atau cari investor baik di dalam maupun luar negeri.

"Misal Danantara himpun dana lokal, BKPM main keluar eksternal, bisa bersinergi tinggal bagi saja," kata Hari.

Belakangan santer beredar kabar Wakil Presiden Direktur PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) Pandu Patria Sjahrir bakal turut bergabung sebagai CEO Danantara.

Rencananya BP Danantara diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 7 November 2024, namun batal. Sebabnya Prabowo sedang melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya