Berita

Prabowo Subianto/Net

Bisnis

Ekonomi Melambat, Ekonom Beri Saran Ini Buat Kejar Target Pertumbuhan Delapan Persen

RABU, 06 NOVEMBER 2024 | 16:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2024 menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi oleh pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengatakan bahwa pemerintah perlu memperkuat pondasi ekonomi Indonesia demi mencapai target pertumbuhan delapan persen.

Achmad meminta kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan elemen investasi, ekspor, belanja pemerintah, hingga produktivitas domestik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari 4,95 persen pada kuartal III 2024, menjadi delapan persen seperti yang dicanangkan Prabowo.


Dalam hal ini, ekonom itu menyoroti pentingnya investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja massal sebagai salah satu elemen penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Pemerintah perlu fokus pada penyederhanaan regulasi dan perizinan yang selama ini menjadi hambatan bagi banyak investor. Langkah-langkah perubahan birokrasi untuk membuat iklim usaha yang lebih efisien dan menarik sangat dibutuhkan," katanya dalam keterangan yang diterima redaksi pada Rabu 6 November 2024.

Selain investasi, belanja pemerintah, kata Achmad juga memainkan peran krusial dalam mencapai target pertumbuhan. 

"Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran pada sektor-sektor yang benar-benar produktif, dengan fokus pada proyek-proyek yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi langsung dan berkelanjutan," tuturnya.

Menurutnya, efektivitas anggaran ini mencakup prioritas pada anggaran kesehatan, pendidikan, dan teknologi yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. 

Selanjutnya, pemerintah juga perlu mendorong diversifikasi produk ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas primer yang sangat rentan terhadap fluktuasi harga global. 

"Misalnya melalui hilirisasi industri, yang akan membuat Indonesia lebih kompetitif dan tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan permintaan internasional. Pemerintah juga perlu aktif dalam memperluas pasar ekspor melalui perjanjian perdagangan internasional, membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi produk-produk Indonesia," sambungnya.

Lebih lanjut, Achmad mengatakan bahwa pemerintah perlu mengurangi ketergantungan impor, khususnya barang retail dari China untuk menghemat devisa dan mendorong industri lokal melalui kebijakan insentif yang mendorong inovasi dan efisiensi.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasI dinilai turut membantu dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas tenaga kerja Indonesia. 

Terakhir, stabilitas makroekonomi kata Achmad juga perlu dijaga dan pemerintah diminta untuk menunda kenaikan PPN 12 persen pada tahun depan agar daya beli masyarakat tetap terkendali, dan nilai tukar berada pada level yang stabil untuk menjaga kepercayaan investor. 

Menurutnya, stabilitas ini sangat penting bagi kelangsungan investasi dan perdagangan internasional sekaligus menjaga daya beli publik yang terus anjlok dalam enam bulan terakhir, yang semuanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang solid.

"Tanpa upaya terkoordinasi untuk memperkuat investasi, mendorong belanja produktif, mengoptimalkan ekspor, dan meningkatkan produktivitas domestik, target ini mungkin sulit tercapai," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya