Berita

Donald Trump (Foto: AP)

Bisnis

Trump Segera Babat China, IHSG Tumbang di Bawah 7.400

RABU, 06 NOVEMBER 2024 | 16:22 WIB | OLEH: ADE MULYANA

HASIL pemilihan presiden AS kini semakin di depan mata. Capres Donald Trump dari partai Republik, kini diperkirakan memenangi kontestasi. Laporan terkini menyebutkan, hasil hitung di negara bagian penting, Pennsylvania yang sangat besar peluang nya dimenangi Trump.

Dengan cepat kabar tersebut disambar pelaku pasar. Indeks DJIA di sesi pre-market dilaporkan sempat melambung hingga nyaris 2 persen. Sementara di pasar uang, posisi Indeks Dolar AS kembali melonjak setelah sempat sedikit merosot. Sesi perdagangan pertengahan pekan ini di Asia, Rabu 6 November 2024, akhirnya diwarnai dengan gerak roller coaster akibat sentimen dari proses pemilihan Presiden AS.

Kemenangan Trump tentu akan menjadi kabar yang jauh dari bersahabat bagi Asia, terlebih bagi China yang merupakan perekonomian terbesar Asia. Serangkaian laporan sebelumnya menyebutkan, Trump yang bertekad mengenakan tarif masuk lebih besar terhadap produk asal China. Trump juga sempat menyampaikan niatan untuk menghukum sejumlah negara yang dinilai melakukan aksi dedolarisasi, sebagaimana akhir-akhir ini mencoba diprakarsai BRICS.


Situasi ini kian parah di tengah upaya keras pemerintahan Xi Jinping yang sedang bergulat mengatasi suramnya perekonomian China.

Tidak saja bagi Asia, kemenangan Trump juga akan berimbas pada Ukraina yang sedang sangat membutuhkan bantuan militer guna menghadapi Rusia yang justru semakin kuat dalam beberapa pekan terakhir.

Namun pelaku pasar di Asia terlihat masih cenderung optimis dalam menyambut pilpres tersebut. Hingga sesi perdagangan berakhir, Indeks Nikkei (Jepang) melompat curam 2,61 persen di 39.480,67, sementara indeks ASX200 (Australia) menanjak 0,83 persen setelah terhenti di 8.199,5 dan indeks KOSPI (Korea Selatan) terkoreksi 0,52 persen di 2.5463,51.

Situasi muram terjadi di bursa saham Indonesia, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpangkas tajam menyambut peluang besar kemenangan Trump. IHSG kemudian menutup sesi dengan runtuh 1,44 persen di 7.383,86 alias gagal bertahan di atas level psikologis nya di kisaran 7.400.

Pantauan lebih rinci menunjukkan, kinerja sejumlah saham unggulan yang berbalik merah di sesi perdagangan sore ini, setelah sempat mencetak kenaikan di sesi pagi. Sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan menutup di zona merah, seperti: BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, ADRO, TLKM, ASII, INDF, ISAT, ICBP serta UNVR.

Rupiah Semakin Merah

Pola serupa terlihat di pasar uang, dengan nilai tukar Rupiah semakin merosot setelah sempat berupaya mengikis pelemahan di sesi pagi. Gerak semakin melemah Rupiah kali ini dilatari oleh sentimen dari pasar uang global, di mana mata uang utama dunia dengan kompak kembali melanjutkan gerak turun.

Sentimen dari peluang besar Trump memenangi pilpres menjadi motor utama keruntuhan mata uang utama dunia. Keruntuhan tersebut kemudian menjalar pada mata uang Asia. Rupiah, oleh karenanya kembali semakin terseret di zona pelemahan.

Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah tercatat ditransaksikan di kisaran Rp15.828 per Dolar AS atau merosot 0,63 persen. Sementara pelemahan terparah di Asia terjadi pada mata uang Baht Thailand yang ambruk hingga 1,6 persen serta Ringgit Malaysia yang runtuh 1,3 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya