Berita

Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy

Global

Anggota Parlemen Inggris Desak David Lammy Tidak Tunduk pada Tekanan Beijing

SELASA, 05 NOVEMBER 2024 | 00:11 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Tujuh anggota dan seorang mantan anggota Parlemen Inggris yang dikenai sanksi oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) meminta Menteri Luar Negeri David Lammy penindasan yang dialami Muslim Uighur hanya untuk menjalin kesepakatan bisnis dengan Beijing.

Di antara delapan politisi yang memperingatkan Perdana Menteri Lammy itu adalah mantan pemimpin Partai Konservatif Iain Duncan Smith, mantan menteri Neil O’Brien, dan Tom Tugendhat.

Mereka mengingatkan bahwa PBB menduga Beijing menjadikan minoritas Uighur sebagai sasaran penahanan sewenang-wenang dan diskriminatif. Kelompok hak asasi manusia mengatakan Beijing juga melakukan kerja paksa di Xinjiang.


Dalam surat kepada Menteri Luar Negeri, yang pertama kali dilihat oleh The Spectator, mereka menulis, “Kita masing-masing lebih suka tetap dikenai sanksi yang tidak adil oleh PKT daripada menghina penderitaan komunitas Uighur dengan membandingkan kekejaman genosida yang mereka alami dengan apa yang telah terjadi pada kita.”

Daily Maily melaporkan, surat tersebut juga mencatat bagaimana Partai Buruh “berdiri teguh bersama komunitas Uighur dalam oposisi” dan mendesak mereka untuk “menjelaskan kepada komunitas Uighur bahwa banyaknya nyawa yang hancur di Xinjiang berarti sesuatu”.

Ada kekhawatiran dari beberapa anggota parlemen bahwa para menteri akan “bersikap lunak” terhadap Tiongkok untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengorbankan upaya menekan Beijing dalam hal hak asasi manusia.

Minggu ini Menteri Perdagangan Jonathan Reynolds mengatakan Pemerintah ‘terbuka’ untuk menghidupkan kembali Komisi Ekonomi dan Perdagangan Gabungan Inggris-Tiongkok – yang dibentuk untuk meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral setelah dibekukan oleh Pemerintah sebelumnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya