Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/RMOL

Bisnis

Belasan Investor Taiwan Mau Relokasi Investasi ke RI, Minta Empat Syarat Ini

SABTU, 02 NOVEMBER 2024 | 10:07 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sejumlah investor asal Taiwan berminat untuk berinvestasi pada industri tekstil di Indonesia dengan merelokasi pabrik mereka ke Tanah Air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa 15 investor tersebut memberikan persyaratan sebelum memindahkan pabrik dari China dan Vietnam ke Indonesia.

“Tadi kami menerima Asosiasi Tekstil dari Taiwan yang memang akan investasi ke Indonesia. Mereka sedang melakukan studi dan mereka ada empat permintaan,” kata Airlangga saat ditemui di Hadiprana Boutique Mall, Kemang pada Jumat 1 November 2024.


Airlangga merinci syarat pertama dari para calon investor tersebut yaitu adanya permintaan agar ada sumber energi hijau yang dapat dimanfaatkan di pabrik tersebut.

“Demand industri tekstil yang high end minta energinya hijau, green energy karena industri sekarang semuanya mau berbicara Environmental, Social, and Governance (ESG),” jelasnya.

Selanjutnya, syarat kedua kata Airlangga, investor tersebut meminta agar harga gas di Indonesia tidak terlalu tinggi. Menko Perekonomian itu mengatakan mereka meminta agar terdapat gas berkualitas dengan harga bersaing yang dapat dimanfaatkan.

“Mereka minta agar harga gas itu tidak terlalu tinggi, misalnya 9 Dolar AS/MMBTU. Kalau industri pupuk kan dapatnya 6 Dolar AS/MBTU, tapi mereka tidak minta 6, tapi 9 Dolar AS saja mereka sudah happy, karena ada yg mendapatkan 12 Dolar AS/MBTU, jauh lebih tinggi dari industri yang lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, permintaan ketiga yang diminta oleh calon investor asal Taiwan tersebut adalah tersedianya pasar yang bersaing dan market yang lebih terbuka dengan perjanjian dagang EU-CEPA.

Menurut Airlangga, para investor itu saat ini mendapatkan keuntungan yang begitu besar dari China dan Vietnam. Dari sisi Vietnam, keuntungan tersebut didapat utamanya akibat adanya berbagai perjanjian dagang yang telah disepakati ke Eropa.

“Jadi perusahan Taiwan itu mengatakan mereka kan (juga) investor di China dan Vietnam ke Eropa itu tidak ada tarif, sehingga tentu mereka berharap EU-CEPA Indonesia bisa ditandatangani, itu akan mendorong mereka untuk memindahkan pabrik mereka ke Indonesia,” ucap Airlangga.

Selain itu, syarat terakhir, sambung Airlangga, para calon investor meminta agar pembelian tanah di Indonesia dapat dilakukan dengan cara yang lebih mudah. Untuk itu, Airlangga menawarkan agar para pihak tersebut membangun pabrik di kawasan industri.

“Tadi saya arahkan mereka untuk masuk kawasan (industri) karena kalau keluar kawasan, mereka AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)-nya lama, karena ada beberapa yang sudah invest disini mengurus AMDALnya relatif panjang, dua tahun, sehingga saya dorong ke kawasan industri,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya