Berita

Serda Wahyu/Repro

Pertahanan

Serda Wahyu Pura-Pura Tidak Bisa Nyetir Mobil Matic Demi Selamatkan Anak yang Disandera

KAMIS, 31 OKTOBER 2024 | 20:52 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Serda Wahyu Babinsa 03/Pasar Minggu Kodim 0504/Jakarta Selatan berperan besar selamatkan ZP (5) anak yang disandera oleh Indra Jaya (54) di Pos Polisi Lalu Lintas di Jalan Warung Jati Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan pada Senin, 28 Oktober 2024.

Saat itu, Serda Wahyu menyampaikan bahwa saat dirinya tiba di lokasi sudah bayak warga serta Polisi mengerumuni pos.

Sementara, anak itu ditodong pisau oleh Indra Jaya. Serda Wahyu sempat bernegoisasi dengan pelaku.


Pelaku sempat meminta minum lalu pelaku minta disediakan mobil, kebetulan waktu itu ada mobil sedan berpelat Mabes TNI yang sedang melintas dan serda wahyu berkoordinasi dengan driver untuk menolong anak itu.

Kemudian Serda Wahyu kembali membujuk Indra untuk memasuki mobil yang sudah disiapkan.

Setelah di dalam mobil kembali Serda Wahyu bernegoisasi dengan Indra.

"Dia (Indra) teriak ayo jalan-jalan," tiru dalam Kartika Podcast yang disiarkan di YouTube TNI AD dan dikutip redaksi pada Kamis 31 Oktober 2024.

Serda Wahyu sempat berada dalam mobil bersama Indra yang terus menyandera korban. Sambil mengulur waktu, Serda Wahyu beralasan ke Indra dirinya tidak bisa menyetir mobil transmisi automatic. 

Walaupun kenyataannya, Serda Wahyu bisa mengemudi semua jenis mobil.

"Saya enggak bisa bawa mobil matic ini, mobil matic Pak saya tidak bisa," tiru Serda Wahyu saat berbincang dengan pelaku.

"Sebenarnya saya mantan supir jadi mobil apapun saya bahkan setir kiri bisa. Tapi kalau saya jalan saya enggak ada teman untuk bantu selamatkan anak itu karena saya lagi enggak pegang senpi atau sajam sedangkan pelaku bawa sajam kalau saya setir sendiri ya gimana ya," kata Serda Wahyu.

Saat pelaku lengah petugas lainnya dari Polisi dan warga langsung merangsek masuk dan merebut pisau pelaku.

Sedangkan Serda wahyu merebut anak yang menjadi sandera.

Hampir menjadi bulan-bulanan warga, akhirnya Indra berhasil diamankan dan dibawa menuju Polres Metro Jakarta Selatan guna penanganan lebih lanjut. Adapun motif Indra menyandera korban karena ingin mendapatkan uang tebusan dari orang tua korban.

"Modus operandi yang dilakukan pelaku menculik anak tersebut karena ingin meminta tebusan, barter dengan orang tua korban dengan harapan kalau ibunya menelepon pelaku akan meminta uang tebusan," kata Nicolas.

Indra meminta tebusan senilai Rp4 juta kepada orang tua korban.

Kini usai ditetapkan menjadi tersangka, Indra ditahan dan dijerat dengan Pasal 76c UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 328 KUHP tentang Penculikan dan atau Pasal 76E Jo Pasal 80 UU 17/2016 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya