Berita

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen/Ist

Politik

Debat Pilkada Jateng 2024

Terinspirasi Rasulullah, Yasin Janji Dahulukan Kepentingan Rakyat

KAMIS, 31 OKTOBER 2024 | 00:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Di pengujung debat publik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu malam, 30 Oktober 2024, Taj Yasin Maimoen menutup sesi dengan kisah inspiratif dari perjalanan Nabi Muhammad SAW saat hijrah ke Madinah. 

Yasin menceritakan saat Nabi bertemu seorang wanita bernama Ummu Abbad yang memerah susu dari kambingnya. Nabi, yang kala itu dalam perjalanan bersama para sahabat, mendahulukan mereka untuk menikmati susu tersebut. 

“Ini adalah contoh nyata dari kepemimpinan yang mendahulukan rakyat. Insya Allah, kepemimpinan kami seperti itu, yakni mendahulukan rakyat. Tidak ada yang lebih penting daripada kesejahteraan masyarakat,” ujar Yasin.


Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa berpasangan dengan Ahmad Luthfi dalam pemilihan ini. 

“Kangmas Luthfi adalah nasionalis yang pernah nyantri, sedangkan saya adalah santri yang pernah berkecimpung di birokrasi,” ungkapnya. 

“Kami berkomitmen untuk ngopeni dan ngelakoni warga Jawa Tengah," tambah Ahmad Luthfi.

Dengan filosofi ngopeni, Yasin menegaskan komitmen mereka untuk memimpin dengan hati, memastikan bahwa seluruh kelompok masyarakat, mulai dari pesantren, pekerja, UMKM, petani, hingga nelayan, mendapatkan perhatian yang layak.

Sebagai pasangan, Luthfi dan Yasin membawa konsep ngopeni dan ngelakoni yang mencerminkan kepemimpinan melayani sekaligus memberikan solusi nyata bagi rakyat. 

Bagi mereka, filosofi ini bukan sekadar slogan, melainkan janji untuk menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama, tanpa kecuali.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya