Berita

Pengundian program bjb Perjalanan Religi Tahun 2024 di Bandung, Jawa Barat/Ist

Bisnis

Program bjb Perjalanan Religi 2024 Apresiasi untuk Nasabah ASN Loyal

SENIN, 28 OKTOBER 2024 | 09:03 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Program bjb Perjalanan Religi Tahun 2024 adalah inisiatif sekaligus bentuk terima kasih kepada nasabah ASN yang setia menggunakan layanan perbankan bank bjb.
 
Program tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi meningkatkan loyalitas nasabah, dengan memberikan tidak hanya produk unggulan, tetapi juga kesempatan merasakan pengalaman istimewa melalui hadiah perjalanan religi.

Tahun ini, bank bjb menyelenggarakan program bjb Perjalanan Religi dengan hadiah utama perjalanan umrah untuk nasabah muslim dan perjalanan ke Holy Land  bagi nasabah nonmuslim.


Program diperuntukkan bagi ASN yang memenuhi syarat dalam program bjb Kredit Guna Bhakti (KGB) dan bjb Kredit Pra Purna Bhakti (KPPB), sesuai ketentuan berlaku, dengan periode Program 1 Desember 2023 hingga 30 September 2024.

Program tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi para debitur, khususnya ASN (Aparatur Sipil Negara) yang menggunakan layanan payroll  bank bjb.
 
Pada Rabu, 23 Oktober 2024, bank bjb melakukan pengundian sebanyak 130 paket perjalanan religi kepada pemenang yang beruntung. Dengan hadiah yang menarik ini, bank bjb berharap dapat terus memupuk loyalitas nasabah terhadap produk-produknya.
 
Program Perjalanan Religi bukan hal baru bagi bank bjb. Program serupa di tahun-tahun sebelumnya telah berhasil meningkatkan keterlibatan ASN serta memperkuat hubungan jangka panjang antara bank dan pelanggannya.
 
Untuk memastikan transparansi, bank bjb menerapkan mekanisme pengundian berbasis aplikasi digital, yang menjamin proses penentuan pemenang berlangsung secara fair dan bebas intervensi pihak luar.

Selain itu, bank bjb bekerja sama dengan pihak independen untuk mengawasi jalannya pengundian, sehingga nasabah ASN merasa aman dan yakin bahwa program ini dijalankan dengan penuh integritas.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya