Berita

Ketua Dewan Penasehat KADIN Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist

Politik

LaNyalla Ajak KADIN Jatim Dukung Peta Jalan Pemerintah

SENIN, 28 OKTOBER 2024 | 00:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sebagai forum pengusaha yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) diharapkan dapat mendukung penuh dan dan satu irama dengan program yang telah dirancang oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu yang ditegaskan Ketua Dewan Penasehat KADIN Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat menyampaikan Keynote Speech pada acara KADIN Jatim Bisnis Forum yang diselenggarakan di Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya, Minggu, 27 Oktober 2024.

"KADIN, termasuk KADIN Jawa Timur, harus mendukung penuh Peta Jalan Pemerintah dan Kabinet Merah Putih ini. Kita harus satu irama. Karena tantangan seberat apapun akan dapat kita selesaikan dengan satu tekad bersama. Kerja sama dan sumbangsih positif dari seluruh elemen bangsa tanpa kecuali dan tanpa syarat," kata LaNyalla pada acara yang mengambil tema 'Menyongsong Pembangunan Ketahanan Ekonomi Nasional Bersama Kabinet Merah Putih’ itu.


Berangkat dari hal tersebut, Ketua DPD RI ke-5 itu menegaskan jika KADIN Jatim Bisnis Forum ini sangat penting. Sebabnya, kata LaNyalla, ini adalah momentum bagi kita semua, seluruh stakeholder dunia usaha dan dunia industri di Jawa Timur menyatukan tekad untuk lebih serius menghadapi tantangan ekonomi global, regional dan lokal, yang masih dihadapkan kepada situasi yang penuh dinamika.

Menurut LaNyalla, tantangan ekonomi global akibat ketegangan geopolitik dan perang Rusia-Ukraina serta Timur Tengah, memberi efek berantai kepada semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Ancaman krisis ekonomi atau penurunan daya beli global yang melanda sejumlah negara, pasti berdampak kepada Indonesia. 

"Untuk itu, semua pengusaha harus beradaptasi dengan cepat melakukan efisiensi di semua lini. Sekaligus menjalin hubungan yang lebih intens dan sinergi dengan para pembuat kebijakan, dalam hal ini pemerintah, baik di tingkat pusat, maupun di daerah," tutur LaNyalla.

Saat ini, lanjut anggota DPD asal Jatim itu, ada harapan besar yang digantungkan kepada pemerintahan baru melalui Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Sebagaimana telah disampaikan pada saat pelantikan di Gedung MPR RI 20 Oktober lalu, Presiden akan mempercepat peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan memangkas semua kebocoran dan mengubah orientasi pembangunan, dengan mengedepankan kepentingan nasional di atas segalanya.

"Ini tentu harus kita sambut dan dukung. Karena perlindungan kepada dunia usaha dan industri di dalam negeri adalah bagian dari kepentingan nasional itu sendiri," tegas LaNyalla.

Di sisi lain, LaNyalla bersyukur bahwa apa yang disampaikan Presiden pada pidato pertama pada saat pelantikan itu, sesuai dan tetap dalam koridor visi misi besar yang telah disampaikan pada Pemilihan Presiden bulan Februari lalu. Di mana titik tekan pembangunan ekonomi adalah ekonomi yang berlandaskan Pancasila.

"Sehingga ekonomi yang berkeadilan menjadi inti dari pembangunan ekonomi Indonesia ke depan. Di mana salah satunya yang menjadi fokus dalam misi pembangunan Kabinet Merah Putih adalah memastikan industri di dalam negeri berjalan dengan sehat, sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja, serta pembangunan Sumber Daya Manusia," ulas LaNyalla.

Pun halnya dengan prioritas ketahanan di sektor pangan dan energi, yang menurut LaNyalla akan memastikan pergerakan ekonomi tidak mengalami hambatan.

Untuk itu, LaNyalla berharap KADIN, khususnya KADIN Jatim, harus aktif memberikan masukan kepada kementerian teknis, terutama kementerian di bidang ekonomi.

"Menteri Perindustrian wajib melakukan proteksi secara maksimal kepada industri di dalam negeri, terutama sektor manufaktur yang sedang menderita. Menteri Perindustrian juga harus mendorong lahirnya industri-industri rintisan di dalam negeri, yang ditargetkan untuk dapat mensubstitusi barang impor. Sehingga, Menteri Perdagangan juga harus membatasi impor barang yang mematikan industri di dalam negeri,” demikian LaNyalla.

Pada forum itu, sejumlah narasumber berkompeten dihadirkan, di antaranya Prof Zaki Basalamah, Dr Edi Purwanto, Dr Nurul Indah Susanti dan Adik Dwi Putranto.

Hadir sejumlah tamu undangan di antaranya Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsyad Rasyid, Political and Economic Chief Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, John McDaniel, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Jawa Timur, Erlangga Satriagung, Ketua Umum KADIN Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, Ketua Umum Kadin Gorontalo Muhalim Djafar Litty dan para Ketua Kadin Kabupaten/Kota se Jatim serta ketua asosiasi dan himpunan.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya