Berita

Ilustrasi/Al-Jazeera

Dunia

Dituding Langgar HAM di Xinjiang, Tiongkok Singgung Kejinya Barat di Gaza

RABU, 23 OKTOBER 2024 | 08:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tiongkok kembali menjadi bulan-bulanan Australia, Amerika Serikat dan 13 negara lainnya di sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa 22 Oktober 2024 atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan Tibet.

Duta Besar Australia untuk PBB James Larsen dalam pernyataannya mengatakan kepada komite hak asasi manusia Majelis Umum PBB bahwa Tiongkok harus bertanggung jawab atas pelanggaran yang dilakukannya.

"Kami mendesak Tiongkok untuk menegakkan kewajiban hak asasi manusia internasional yang telah dipikulnya secara sukarela, dan untuk melaksanakan semua rekomendasi PBB," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Rabu 23 Oktober 2024.


"Ini termasuk membebaskan semua individu yang ditahan sewenang-wenang di Xinjiang dan Tibet, dan segera mengklarifikasi nasib dan keberadaan anggota keluarga yang hilang," ujarnya.

Dia berbicara atas nama Australia, Amerika Serikat, Kanada, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Islandia, Jepang, Lithuania, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Swedia, dan Inggris.

Duta Besar Tiongkok untuk PBB Fu Cong tidak terima dan balik mengatakan bahwa justru kelompok negara Barat tersebut telah menggunakan kebohongan untuk memprovokasi konfrontasi. Ia juga mengingatkan sikap negara-negara Barat terkait situasi kemanusiaan di Gaza, Palestina.

"Situasi hak asasi manusia yang seharusnya menjadi perhatian utama komite tahun ini tidak diragukan lagi adalah situasi di Gaza," katanya. 

"Australia dan AS, di antara beberapa negara lain, mengecilkan situasi yang mengerikan ini, sambil melancarkan serangan dan fitnah terhadap Xinjiang yang damai dan tenang," ujarnya.

Fu mengatakan jika jumlah korban tewas di Gaza tidak cukup untuk membangunkan hati nurani beberapa negara Barat.

"Maka apa yang mereka sebut sebagai perlindungan hak asasi manusia kaum Muslim hanyalah kebohongan terbesar," ujarnya.

Para pakar hak asasi manusia PBB yang independen mengkritik sebagian besar negara Barat bulan lalu karena mendukung Israel meskipun tindakannya di Gaza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya