Berita

Menteri dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono-Didit Herdiawan/Ist

Politik

Didit Herdiawan Dinilai Bisa Bawa Kemajuan Sektor Kelautan-Perikanan

SELASA, 22 OKTOBER 2024 | 15:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) periode 2014-2015, Laksdya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf diamanatkan Presiden Prabowo Subianto menjadi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2024-2029 yang mendampingi Sakti Wahyu Trenggono.

Penunjukan itu mendapat apresiasi dari banyak kalangan, salah satunya dari pengurus Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) Renaldi Bahri.

“Kami menyambut baik ditunjuknya Pak Didit menjadi Wamen KP. Di sini ada optimistis agar bisa berkolaborasi memajukan sektor kelautan dan perikanan kita,” kata Renaldi kepada RMOL, Selasa, 22 Oktober 2024.


Menurut dia, sektor ini ke depan memiliki banyak tantangan. Oleh karena itu perlu nakhoda yang mampu meracik guna kesuksesan berjalannya program ekonomi biru.
  
“Perlu optimalisasi program terkait penataan ruang laut, konservasi, budidaya, eksplorasi dan penguatan daya saing produk perikanan serta permasalahan teknis lainnya,” jelas alumni Ilmu Kelautan UNDIP tersebut.

Lanjut Renaldi, yang terpenting duet menteri dan wamen ini mampu menyerap aspirasi seluruh stakeholder kelautan dan perikanan.

“Supaya pentahelix berjalan, jadi semua stakeholder harus dirangkul, jangan ada yang dirugikan. komunikasi harus intensif dijalankan agar seluruh aspirasi bisa ketampung,” pungkasnya. 

Sebagai Purnawirawan TNI AL, Didit memiliki segudang pengalaman. Jebolan AAL 1984 ini perna menjabat Wagub Lemhanas, Kasum TNI dan Irjen Kemhan.  

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya