Berita

Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato perdana sebagai Presiden RI/RMOL

Politik

Implementasi Pidato Prabowo Bisa Diukur Pada Pilgub Sumut 2024

SENIN, 21 OKTOBER 2024 | 21:25 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Pidato perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden RI menuai banyak pujian dari masyarakat. Mereka menilai pidato tersebut menggambarkan sosok Prabowo yang akan membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik dalam pengelolaan birokrasi hingga pengelolaan sumber kekayaan yang dimiliki oleh negara.

Tidak hanya itu, dalam menjalankan iklim demokrasi, Prabowo mengungkapkan agar momen pemilu dilaksanakan tanpa berbuat curang.

“Bertanding tanpa berbuat curang, demokrasi harus menghindari kekerasan adu domba, harus sejuk dan damai,” kata Prabowo.


Pengamat politik, Dr Bakhrul Khair Amal mengatakan implementasi dari pernyataan Prabowo Subianto ini akan mudah diukur dari pelaksanaan Pilgub Sumut 2024 dimana pesertanya adalah Bobby Nasution-Surya dan Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala.

“Kita akan lihat, apakah Pilgub Sumut akan berlangsung tanpa adanya intervensi kekuasaan dengan memanfaatkan institusi dan lembaga negara yang kini dipimpin oleh Presiden Prabowo. Artinya tidak ada jaringan kekuasaan yang digunakan untuk memaksakan kehendak. Termsauk dengan memanfaatkan penyelenggara pemilu,” ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik dan Ekonomi, RMOL, Senin, 21 Oktober 2024

Diketahui, Pilgub Sumut 2024 menjadi sorotan nasional karena salah seorang pesertanya adalah menantu Presiden Jokowi yakni Bobby Afif Nasution. Banyak kalangan menyebut oligarki kekuasaan di masa kepemimpinan Presiden Jokowi akan mempengaruhi institusi pemerintah akan berpihak. Namun, setelah Jokowi lengser perubahan politik diprediksi akan terjadi.

“Kita lihat apakah ada eksekutif yang bergerak, kita mau lihat dalam tahapan Pilkada menuju 27 November yang menjadi hari pencoblosan,” pungkas Bakhrul Khair Amal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya