Berita

Tangkapan layar Hamdan Hamedan/RMOL

Politik

Cetak Generasi Cerdas, Program Makan Bergizi Gratis Diakui PBB

RABU, 16 OKTOBER 2024 | 17:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden terpilih Prabowo Subianto akan dilantik pada 20 Oktober 2024. Sejumlah program unggulan telah disiapkan Prabowo di masa pemerintahannya lima tahun ke depan, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hamdan Hamedan, program MBG bukanlah hal baru. Program ini telah diterapkan di lebih dari 100 negara dan memberikan manfaat bagi lebih dari 400 juta siswa di seluruh dunia.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri diskusi bertema "Jelang Pelantikan Presiden Terpilih: Agenda Prioritas dan Tantangannya" yang disiarkan kanal YouTube Partai Gelora, Rabu, 16 Oktober 2024.


"Program ini diakui oleh PBB karena memang jurnal-jurnal, argumen akademik dan ilmiahnya itu menjelaskan manfaat dari program ini," kata Hamdan.

Sedikitnya program MBG memiliki tiga tujuan utama yakni mencetak generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan membantu kemajuan ekonomi.

Di Indonesia, program MBG bertujuan untuk menyediakan asupan gizi seimbang bagi ibu hamil, balita, anak PAUD hingga SMA, serta para santri di pesantren. 

Program ini akan diterapkan secara bertahap dengan target penerima manfaat mencapai 15 hingga 25 juta siswa pada tahun 2025, dari total 82 juta penerima manfaat.

"Ketika diuji datanya, ketika program ini dilakukan, ada peningkatan yang cukup signifikan dari kehadiran siswa. Ini tentu akan berkaitan dengan prestasi akademi," jelasnya.

Dengan perut yang kenyang dan kondisi tubuh yang lebih nyaman, siswa dapat belajar dengan lebih baik dan memperhatikan pelajaran di kelas dengan lebih fokus. Hal ini tentunya berkontribusi positif terhadap prestasi akademik siswa.

Program MBG diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak luas, tidak hanya dalam hal pendidikan tetapi juga kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya