Berita

Narasi kelompok intoleran yang belakangan beredar di publik/Ist

Politik

Adu Domba dan Isu Kelompok Intoleran Mulai Bermunculan di Pilkada

SELASA, 15 OKTOBER 2024 | 17:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Narasi kampanye hitam mulai bermunculan jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangsung bulan November 2024.

Di Jakarta contohnya, beredar narasi yang menyinggung unsur agama dengan mencatut poster salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta.

Salah satu yang beredar di pesan grup WhatsApp adalah poster pasangan Pramono-Rano disertai tulisan "Rebut kembali Jakarta! Setelah 5 tahun sebelumnya dipimpin Anies dan kelompok intoleran".


Dikonfirmasi soal poster yang beredar, Jurubicara Tim Pemenangan Pramono-Rano, Chico Hakim menduga ada upaya adu domba dari pihak tak bertanggung jawab.

"Mereka (penyebar poster) ini pusing melihat Ahokers (pendukung Ahok) dan Anak Abah (pendukung Anies) lebih condong mendukung Pramono-Rano," kata Chico, Selasa, 15 Oktober 2024.

Fenomena poster mengandung kampanye hitam ini dinilai wajar di tengah suhu politik jelang Pilkada Serentak 2024. Soal peristiwa di Jakarta, peneliti Trust Indonesia Research and Consulting, Ahmad Fadhli menilai ada kaitannya dengan Pilkada 2017.

Saat itu, PDIP memang berseberangan dengan beberapa kelompok, seperti PA 212 dan Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama. Perbedaan pandangan antara PDIP dengan beberapa kelompok tersebut diduga masih terjadi hingga saat ini.

Salah satu indikator yang bisa dicermati adalah belum adanya komunikasi antara PDIP dengan kelompok yang berseberangan di Pilkada 2017 seperti PA 212 dan GNPF Ulama.

"Belum ada komunikasi formal yang terjalin antara elite PDIP Jakarta dengan kalangan ulama tersebut. Padahal, Pilkada kurang lebih tinggal 42 hari lagi," sambungnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya