Berita

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Mardyana Listyowati saat menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerja sama industri kreatif lokal dengan perusahaan Jepang dan Korea Selatan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2024/Ist

Bisnis

Kesepakatan Dagang dan Investasi Indonesia-Korea Selatan Capai Rp4,64 Triliun di TEI 2024

SENIN, 14 OKTOBER 2024 | 18:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kesepakatan dagang dan investasi antara Korea Selatan dan Indonesia berhasil mencapai nilai 296,10 juta Dolar AS atau setara dengan Rp4,64 triliun dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 tahun 2024. 

Kesepakatan ini meliputi berbagai sektor, termasuk makanan dan minuman, rempah-rempah, jasa kesehatan, pelet kayu, produk kimia, kosmetik, makanan laut beku, kelapa sawit, batu bara, sabun hingga investasi di Indonesia.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Atase Perdagangan di Seoul, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan, dan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Seoul telah memfasilitasi partisipasi 37 pelaku usaha Korea Selatan dalam gelaran TEI yang berlangsung selama pada 9-12 Oktober 2024.


Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Seoul, Zelda Wulan Kartika, yang juga memimpin misi bisnis Korea Selatan di TEI 2024, menegaskan komitmen KBRI Seoul dalam memperkuat kerja sama antara pelaku usaha kedua negara.

"Berbagai kesepakatan kerja sama bisnis Indonesia dan Korea Selatan di TEI ke-39 ini berpotensi mendorong arus ekspor produk Indonesia ke Korea Selatan, khususnya sektor nonmigas; serta mendorong arus investasi Korea Selatan ke Indonesia,” kata Zelda dalam keterangan yang diterima Senin 14 Oktober 2024.

Zelda juga menambahkan bahwa ekspor nonmigas Indonesia ke Korea Selatan telah mengalami pertumbuhan sebesar 14,21 persen selama lima tahun terakhir (2019-2023), dan berharap tren positif ini terus berlanjut dengan adanya implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (IK-CEPA) sejak 1 Januari 2023.

Adapun pameran dagang terbesar di RI ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi produk pertanian Indonesia dan meningkatkan perdagangan bilateral. Delegasi bisnis dari Korea Selatan juga berkesempatan melakukan kunjungan ke PT Sewu Segar Nusantara, perusahaan pengolahan produk pertanian multinasional, serta menghadiri jamuan bisnis bersama Bank Mandiri.

Selain itu, Atase Perdagangan di Seoul dan ITPC Busan juga aktif dalam kegiatan konseling bisnis yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan RI untuk membantu pelaku usaha Indonesia, termasuk UKM, dalam menembus pasar Korea Selatan. 

Dalam hal ini, mereka memberikan informasi terkait akses pasar dan kebijakan impor di Korea, serta menyelenggarakan seminar pengembangan perdagangan jasa kreatif yang memanfaatkan perjanjian IK-CEPA.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya