Berita

Teddy S Kardin (tengah) saat menjadi tamu Podcast Jaya Suprana Show/Repro

Politik

Teddy Kardin Geolog yang Berani Bentak Balik Prabowo

SENIN, 14 OKTOBER 2024 | 00:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pakar Geologi, Teddy Sutadi Kardin, ternyata banyak berkontribusi di dunia militer Indonesia. Meski bukan berasal dari TNI, Teddy banyak berinteraksi dengan pasukan elite. Salah satunya Batalyon 328. 

Kisah perjalanannya ini diceritakan Teddy Kardin saat menjadi tamu Podcast Jaya Suprana Show yang dilihat redaksi, Minggu, 13 Oktober 2024.

Teddy menuturkan, ia bekerja di perusahaan minyak Prancis pada 1988. Berkat ketekunannya, dia mahir dalam urusan navigasi dan survival. 


Dari sana ia diajak untuk berbagi keahliannya di bidang navigasi dan survival oleh pasukan elite. 

Pada awalnya, Teddy menolak tawaran tersebut karena masih terikat kontrak dengan perusahaan asing. 

"Besoknya, komandan Batalyon datang. Namanya Prabowo Subianto. Saya enggak tahu itu menantu presiden (Soeharto,red), biarin aja dia mayor, saya insinyur. Saya pikir setingkat aja. Seumuran lagi," tutur Teddy.

"Saya dengar anda kepake banget sama bule. Masa bantu bule mau, bantu negara sendiri enggak mau? Dibayar berapa sama bule? Saya bayar sama," kata Teddy, menirukan ucapan Prabowo saat itu.

Teddy melanjutkan, Prabowo mengajaknya untuk membantu pasukan TNI dengan argumen bahwa setiap warga negara wajib berkontribusi kepada negaranya. Prabowo pun mempertanyakan nasionalisme Teddy karena sempat menolak untuk membantu.

"Tersinggung saya. Saya enggak terima. Saya langsung hitung tabungan. Dalam hati saya kalau enggak kerja setahun dua tahun enggak habislah. Dua bulan lagi kontrak saya habis. Kalau saya berhenti sekarang, saya kena denda," jawab Teddy ke Prabowo. 

"Setelah habis kontrak saya enggak diperpanjang. Saya bantu anda setahun gratis. Itu karena saya tersinggung," kenang Teddy sambil tertawa.

Teddy pun akhirnya mengajar prajurit TNI di berbagai tempat, salah satunya di Gunung Salak, Bogor. Ia berbagi pengetahuan navigasi menggunakan peta dan kompas, yang kala itu belum ada teknologi GPS. 

Teddy dan Prabowo juga bekerja sama dalam operasi militer di Timor-Timur. Di sana, mereka sering terlibat dalam diskusi hingga perdebatan sengit, namun Teddy menilai Prabowo sebagai sosok nasionalis yang sangat patriotik. 

"Saya sekamar dengan Prabowo waktu di Timtim. Saya jadi tahu karakternya segala macam. Pak Prabowo itu nasionalisme, patriotik, memperhatikan orang kecil. Cuma satu jeleknya, suka marah-marah. Temperamental," ungkap Teddy.

"Saya bertengkar. Saya bukan anak buahnya kok. Saya diminta bantu. 'Kalau bapak enggak suka saya di sini saya pulang'," ancam Teddy.

"Oh bukan begitu. Saya butuh anda. Jangan pulang. Saya yang salah, maaf," kata Teddy kembali menirukan Prabowo sambil tertawa.

Salah satu perdebatan mereka terjadi ketika bekerja di tambang batu bara, di mana Teddy dan Prabowo saling beradu argumen. Meski sempat marah, Prabowo tetap menghargai pendapat Teddy, menunjukkan sisi kepribadian yang tegas namun adil.

"Saya kan geolog, sedang kerja cari minyak. Saya lihat ada batubara, saya periksa harganya sekian, saya bilang, 'mas (Prabowo) pakai perusahaan anda aja'. Dia sudah pensiun waktu itu," jelas Teddy yang juga dikenal sebagai ahli membuat pisau militer.

Namun saat mulai berproses di mana membutuhkan izin pakai lahan perhutanan selain dari izin usaha pertambangan, ada kesalahan dokumen. Sehingga Prabowo perlu tanda tangan ulang.

"Dia bilang, 'saya sudah keluar duit miliaran masih salah'. Saya bilang, 'kapan anda keluar duit miliaran?' Ini kan enggak pake duit. Kan saya yang periksa. TTD kalau enggak ini hangus. Dia TTD, tapi marah tendang meja, saya marah juga, banting pintu," tandas alumnus ITB ini sambil kembali tertawa.

Melalui kisah ini, terlihat bahwa hubungan Teddy dengan Prabowo tidak hanya profesional, tetapi juga penuh dinamika yang menunjukkan komitmen mereka terhadap kepentingan bangsa.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya