Berita

Diskusi publik “Pilkada Coblos Semua, Boleh Kok!” di R. Gunawan Wiradi, Khanah Perjuangan Agraria, Jakarta Selatan, pada Jumat, 11 Oktober 2024/Ist

Politik

Lawan Ancaman KPUD Jakarta, Orang Muda Kampanye Coblos Semua Paslon

SABTU, 12 OKTOBER 2024 | 18:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sekelompok orang muda Jakarta kampanye gerakan "Coblos Semua Paslon" secara terbuka, melalui konten edukatif seperti diskusi, poster, infografis dan musik.

Sikap ini merupakan perlawanan pada pernyataan Komisioner KPUD Jakarta Timur, Timur Carlos Kartika Yudha yang mengancam sanksi pidana pada gerakan "Coblos Ketiga Paslon" pada Pilkada Jakarta 2024.

Gerakan kampanye itu dimulai dengan menggelar diskusi publik “Pilkada Coblos Semua, Boleh Kok!” di R. Gunawan Wiradi, Khanah Perjuangan Agraria, Jakarta Selatan, pada Jumat, 11 Oktober 2024.


Anak-anak muda dari berbagai organisasi tersebut membedah alasan fundamental, baik konstitusional maupun faktual, tentang pentingnya melakukan aksi coblos semua paslon. 

Disampaikan Violla Reininda, pengajar Pusat Studi Hukum dan Konstitusi yang mewakili Gerakan Salam 4 Jari, dalam konstitusi Indonesia, tidak mewajibkan orang untuk memilih. 

"Dengan demikian, tidak memilih, dan memilih adalah hak elektoral yang sama-sama dilindungi," ujar Violla.

Dia mengatakan, gerakan "Coblos Semua Paslon" justru mendorong orang-orang datang ke TPS menggunakan hak suara. 

"Menariknya, aksi coblos semua paslon memenuhi keduanya, yakni datang ke Tempat Pemungutan Suara, memilih semua paslon, dan menghasilkan surat suara yang tidak sah," tuturnya.

Sementara itu, mewakili Urban Poor Consortium, Apriyandi mengabarkan bahwa 32 kampung di Jakarta yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) tidak saja melakukan dan mengampanyekan coblos semua paslon.

Sikap warga miskin kota sudah berkembang dan membulat untuk menjadi oposisi usai Pilkada, selama 5 tahun mendatang, meskipun berat konsekuensinya. 

"Jika rakyat miskin kota, yang marjinal dan selalu didulang suaranya saat Pilkada saja berani mempertaruhkan hidup dan matinya, mengapa kita yang resah tapi masih ragu-ragu untuk bersama-sama memperbesar kekuatan kita sebagai rakyat?" pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya