Berita

Atlet Jawa Barat, Dina Rulina, menjadi yang terbaik dalam cabor para-tenis meja nomor tunggal putri nasional kelas 8 di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024/Dok Kemenpora

Olahraga

Perdana Ikuti Para-Tenis Meja, Dina Rulina Sukses Borong 2 Emas Peparnas XVII

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 13:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski baru pertama kali terjun di cabang olahraga (cabor) para-tenis meja tak berarti sulit meraih prestasi. Itulah yang mampu dibuktikan atlet Jawa Barat (Jabar), Dina Rulina, yang mampu menyabet 2 medali emas cabor para-tenis di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo, Jawa Tengah (Jateng) 2024.

Dua medali emas itu diraih Dina dalam nomor tunggal putri nasional kelas 8 dan ganda putri nasional kelas 20.

Pada final yang berlangsung di Gelanggang Olahraga Bung Karno, Kabupaten Sukoharjo, Rabu sore, 9 Oktober 2024, Dina unggul atas atlet tuan rumah Martin Nasichatun dengan skor akhir 3-2. Menariknya, ibu dua anak ini sempat tertinggal 0-2 untuk kemudian membalikkan keadaan dan memastikan emas di genggaman.


“Saya sempat grogi karena lawan saya memang yang terbaik di Jawa Tengah. Bolanya juga agak susah,” tutur Dina.

“Alhamdulillah dukungan dari pelatih terus memberikan motivasi, memberikan arahannya. Saya mencoba lebih tenang dan mengingat kembali selama latihan di Bandung bagaimana menghadapi permainan seperti itu,” sambungnya.

Peparnas XVII ini bukan event pertama diikuti Dina. Atlet asal Kota Bogor ini bahkan sudah berkecimpung dalam event paralimpiade terbesar di Indonesia ini sejak edisi 2004 di Palembang di cabor para-atletik. 

Beberapa cabor pernah dijalaninya sejak itu. Namun Peparnas XVII merupakan kali pertama dirinya terjun di para-tenis meja. Itu pun dirinya sudah ditargetkan mendapatkan dua medali emas yang akhirnya mampu dia wujudkan,di mana emas pertamanya diraih dari nomor ganda putri nasional kelas 20, Senin, 7 Oktober 2024.

“MasyaAllah, luar biasa, alhamdulillah. Ini pertama kali saya di cabor tenis meja, alhamdulillah saya dapat emas di ganda putri juga di tunggal kelas 8,” ujar Dina yang pernah ikut menjajal cabor balap kursi roda, tenis lapangan, hingga voli duduk ini.

Dina pun bersyukur target yang dipercayakan mampu dipenuhi. Emas ini dipersembahkan kepada dirinya sendiri, keluarga, dan tentunya kontingen Jawa Barat yang diharapkan bisa menjadi juara umum.

Adapun kelas 8 adalah klasifikasi untuk atlet yang memiliki kelemahan di kaki kiri atau kanan dan memakai alat bantu berjalan dikarenakan kaki lemah atau lumpuh, tetapi bukan mati rasa, dengan tingkat keterbatasan sedang.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya