Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia/Net

Bisnis

Bahlil: Banyak Setan yang Ganggu Proyek Hilirisasi Pertambangan Nikel

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 09:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia banyak mendapat penentangan, sekaligus rayuan dari negara lain untuk membatalkan kebijakan larangan bijih nikel. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, penentangan proyek 'kebanggaan' Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu datang karena bijih nikel termasuk dalam kategori mineral kritis yang dibutuhkan sebagai bahan baku utama untuk transisi energi. 
Sementara, Indonesia memiliki cadangan nikel nomor satu terbesar dunia dengan persentase mencapai 42,1 persen dan berhasil menjadi negara dengan pasar nikel terbesar di Dunia. 
"Ini sekali lagi. Nah, tapi bukan gak ada setannya ya Bapak-Ibu semua. Ini setannya banyak sekarang. Untuk komoditas daripada turunan hilirisasi nikel, kita sudah menjadi terbesar di pasar dunia," kata Bahlil, dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta, dikutip Kamis 10 Oktober 2024. 


Bahlil mengungkapkan, salah satu 'setan' yang mengganggu jalannya proyek hilirisasi nikel di Indonesia adalah sengketa di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO). Indonesia 'dijegal' oleh negara lain khususnya negara-negara Uni Eropa. 

Negara lain ingin memastikan pasokan nikel tetap terbuka demi kepentingan industri, salah satunya adalah industri mobil listrik.

"Nikel ini sekarang sudah masuk dalam kategori critical mineral dan dia bagian dari bahan baku untuk menuju kepada green energy, salah satu di antaranya adalah mobil listrik," kata Bahlil. 

Disampaikannya, dalam pengembangan mobil listrik, nikel digunakan sebagai komponen primer pembuatan baterai kendaraan listrik, dengan komposisi yaitu 80 persen nikel, 15 persen cobalt, dan 5 persen alumunium.

Sehingga, kata Bahlil, Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki kapabilitas untuk membangun ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu sampai hilir.

"Untuk membangun ekosistem baterai mobil di dunia yang terintegrasi dari hulu sampai hilir, dari mining, smelter, ekspor, prekursor, katoda, baterai sel, sampai mobil sampai recycle itu cuma ada di Republik Indonesia, tidak ada di negara lain," paparnya. 

Saat ini, nilai ekspor dari hilirisasi tersebut mengalami kenaikan yang signifikan. Jokowi pernah mengatakan, nilai ekspor hilirisasi nikel RI melejit berkali-kali lipat, dari yang hanya Rp 33 triliun ketika hanya mengekspor bijih nikel, kini telah naik menjadi Rp 510 triliun.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya