Berita

Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembukaan BNI Investor Daily Summit 2024, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Provinsi DKI Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2024/Net

Politik

Jokowi Optimistis Indonesia Jadi Superpower Ekonomi Baru

SELASA, 08 OKTOBER 2024 | 15:13 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Indonesia akan menjadi salah satu superpower ekonomi baru, bersama dengan China dan India. Untuk mencapai hal tersebut, Indonesia harus tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Keyakinan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembukaan BNI Investor Daily Summit 2024, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Provinsi DKI Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2024.

“Sekarang kita telah masuk ke abad Asia, pergeseran dari Barat menuju ke Asia. Growth  pertumbuhan ekonomi juga bergeser semuanya ke Asia. Dan diprediksi, diperkirakan, di Asia nanti akan ada tiga kekuatan ekonomi baru, superpower ekonomi tiga negara yang diperkirakan yakni India, Cina, dan Indonesia,” kata Jokowi.


Presiden dua periode itu menekankan, menjaga optimisme sangatlah penting dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti dampak perubahan iklim, perlambatan ekonomi dan peningkatan ketegangan geopolitik yang mempengaruhi perekonomian dunia, termasuk perekonomian Indonesia.

Meski begitu, Indonesia masih menunjukkan performa ekonomi yang positif. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia masih di sekitar angka 27 sampai 2,8 persen, sementara Indonesia masih bisa tumbuh di atas 5 persen

“Saya sampaikan optimisme itu penting. Jangan kita terjebak pada rasa pesimisme karena ketidakpastian global, karena geopolitik, dan lain-lainnya,” tegasnya.

Jokowi mengatakan Indonesia memiliki modal  besar untuk bisa masuk menjadi negara maju. Ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di angka 5,08 persen pada kuartal kedua 2024.

Selanjutnya inflasi masih bisa dikendalikan di sekitar angka 2-3 persen, Indeks Keyakinan Konsumen berada di angka 124,4 serta spending index dengan tren yang meningkat dari 145,8 di kuartal ketiga 2023 menjadi di 234,8 di kuartal ketiga 2024.

“Artinya secara Year on Year naik sangat tinggi sekali. Dan saat ini GDP per kapita kita sudah mencapai 5.060 (Dolar AS), dan kita harapkan lima tahun ke depan bisa berada di atas 7.000 (Dolar AS), sepuluh tahun ke depan bisa di atas 9.000 (Dolar AS), dan seterusnya. Inilah yang harus kita jaga,” imbuhnya.

Presiden juga menyoroti pentingnya hilirisasi dan digitalisasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

“Hilirisasi itu menjadi sangat penting, nilai tambah itu sangat penting. Tetapi yang kedua juga digitalisasi juga menjadi hal yang sangat penting. Satu hilirisasi, yang kedua digitalisasi,” tutup Presiden.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya