Berita

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim/Net

Global

MUI Minta Prabowo Masukkan Isu Palestina di Program 100 Hari Pertama

SENIN, 07 OKTOBER 2024 | 15:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di peringatan satu tahun perang Gaza, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim menekankan pentingnya menyoroti isu Palestina secara berkelanjutan.

Sudarnoto mengaku prihatin dengan situasi Timur Tengah. Israel melancarkan perang Gaza pada 7 Oktober 2024 dan korban tewas telah mencapai lebih dari 44 ribu jiwa.

Tidak cukup melakukan genosida di Gaza, Israel kini memperluas eskalasi ke Lebanon dan membunuh ribuan nyawa di sana.


"Semenjak 7 Oktober 2023 itu, selama satu tahun ini, kebusukan, kebobrokan moral dan kejahatan Israel semakin terbuka secara  kasat mata di pentas internasional," ujarnya dalam sebuah pernyataan pada Senin (7/10).

Meski menghadapi perang yang sulit selama setahun terakhir, menurut Sudarnoto upaya Palestina untuk bebas dari penjajahan Israel perlahan mulai terlihat.

Palestina saat ini sudah bisa mengikuti sidang PBB dan mempunyai hak bersuara sebagaimana negara-negara lainnya. Keberhasilan lainnya ialah terbitnya Fatwa mahkamah internasional (ICJ) terkait dengan okupasi dan genosida Israel.

"Ini belum pernah terjadi dalam sejarah perjuangan Palestina. Perjuangan untuk Palestina sudah mulai menuai hasil, tinggal disempurnakan lagi," kata Sudarnoto.

Lebih lanjut Ketua MUI itu menyerukan agar isu Palestina menjadi salah satu fokus utama dalam program pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto, khususnya di 100 hari pertama memimpin.

"Indonesia ke depan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dalam hari-hari pertama kepemimpinannya perlu meletakkan isu pembelaan terhadap Palestina ini sebagai program 100 hari pertama," ujarnya.

Sudarnoto mendorong agar Prabowo mampu menjalin komunikasi lebih lanjut dengan Amerika Serikat agar segera menghentikan pasokan senjata ke Israel dan memprioritaskan jalan-jalan diplomasi.

"Dalam kerangka mewujudkan dunia yang lebih damai dan menghapus segala bentuk penjajahan, Amerika perlu diyakinkan oleh Presiden baru agar tidak lagi memberikan dukungan kepada penjajah Israel dan tidak lagi memberikan veto di DK PBB," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya