Berita

CEO Tesla Elon Musk (kanan) melompat ke atas panggung saat ia bergabung dengan mantan Presiden AS dan calon presiden dari Partai Republik Donald Trump selama kampanye di Butler, Pennsylvania pada Sabtu waktu setempat 5 Oktober 2024/Net

Dunia

Elon Musk Semangat Ikut Kampanye Trump di Pennsylvania

MINGGU, 06 OKTOBER 2024 | 14:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menggelar kampanye besar-besaran di Butler, Pennsylvania, tempat ia ditembak hingga telinganya terluka beberapa bulan lalu.

Trump dalam pidatonya yang menggebu-gebu mengatakan bahwa alasan ia kembali ke Butler adalah untuk memberi pesan bahwa mereka sangat dekat dan optimis meraih kemenangan.

"Saya kembali ke Butler setelah tragedi dan patah hati untuk menyampaikan pesan sederhana kepada masyarakat Pennsylvania dan masyarakat Amerika bahwa gerakan kita sudah lebih dekat dengan kemenangan daripada sebelumnya," tegasnya, seperti dimuat Bloomberg pada Minggu (6/10).


Trump mengundang miliarder Elon Musk untuk bergabung dengannya di atas panggung, menyebutnya pria yang benar-benar luar biasa.

"Ini adalah pemilihan paling penting dalam hidup kita," kata Musk dalam penampilan pertamanya di atas panggung bersama Trump dalam kampanye tersebut.

"Presiden Trump harus menang untuk melestarikan Konstitusi. Ia harus menang untuk melestarikan demokrasi di Amerika," ujar Musk lagi.

Bagi Musk, kepala eksekutif Tesla Inc. dan SpaceX serta orang terkaya di dunia, ini adalah momennya yang paling menonjol sebagai bagian dari kampanye politik.

Setelah bertahun-tahun tidak menonjolkan diri di dunia politik, ia muncul dalam pemilihan umum 2024 sebagai pendukung utama Trump.

Musk telah menjadi topik pembicaraan favorit Trump dalam beberapa hari terakhir karena mantan presiden tersebut memuji penyebaran peralatan Starlink SpaceX untuk membantu memulihkan komunikasi di kota-kota AS yang dilanda Badai Helene.

Ia juga mengecam tanggapan bencana pemerintahan Biden dan membuat klaim yang tidak berdasar tentang miliaran dolar yang dialihkan untuk mendukung imigran tidak berdokumen.

Musk meluncurkan super PAC pro-Trump pada bulan Mei dan secara terbuka mendukung calon dari Partai Republik tersebut beberapa jam setelah percobaan pembunuhan di Butler.

Ia bergabung dengan miliarder Bill Ackman di tengah curahan dukungan untuk Trump setelah serangan tersebut, yang menewaskan satu peserta dan melukai dua lainnya.

Dukungan Musk yang paling kentara untuk Trump muncul di X, platform media sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter yang dibelinya pada tahun 2022 seharga 44 miliar dolar AS.

Pada bulan Agustus, ia menjadi tuan rumah percakapan yang hangat tetapi tertunda karena gangguan dengan Trump di X di mana maestro teknologi itu mengajukan peran untuk dirinya sendiri jika Trump memenangkan masa jabatan Gedung Putih kedua.

Trump memanfaatkan ide tersebut, menawarkan Musk peran dalam pemerintahan berikutnya dan mengusulkan posisi Kabinet untuknya.

Sebagai pemilik X dan akun yang paling banyak diikuti, Musk menetapkan corak untuk X dan telah menggeser seluruh situs ke arah politik kanan.

Terjebak dalam persaingan ketat untuk Gedung Putih dengan Wakil Presiden Kamala Harris tepat sebulan sebelum Hari Pemilihan. Trump menghabiskan masa kampanyenya untuk memastikan dukungan di negara bagian yang belum pasti.

Harris telah mengikis keunggulan Trump di beberapa negara bagian medan pertempuran. Persaingan ini sangat ketat dengan tidak ada kandidat yang menunjukkan keunggulan yang jelas menjelang Hari Pemilihan pada tanggal 5 November.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya