Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Deflasi: Tanda Ketimpangan Ekonomi Makin Akut

OLEH: MUKHAER PAKKANNA*
MINGGU, 06 OKTOBER 2024 | 14:20 WIB

SUDAH 5 (lima) bulan beruntun, fenomena deflasi berjalan. Terhitung sejak Mei-September 2024. Padahal rentang lima bulan itu, mestinya inflasi terkerek naik akibat perayaan Idul Adha dan prosesi tahun ajaran baru.

Bahkan, rentang itu kita masih dalam suasana hiruk pikuk demokrasi, yang sejatinya pengeluaran signifikan. Tapi, mengapa roda ekonomi malas beringsut? Disitulah letaknya patologi deflasi.

Mengapa deflasi?


Anomali deflasi, tidak semata karena tergerusnya daya beli masyarakat. Tapi juga melemahnya permintaan agregat dan ciutnya jumlah uang beredar. Banyak orang kaya raya, cenderung menyimpan duitnya di brankas bank.

Bahkan, mereka mungkin mengalihkan duitnya ke luar negeri alias capital outflow. Mereka berasumsi, adanya simptom ketidakpastian ekonomi dan politik nasional. Nilai kurs rupiah pun makin terhuyung-huyung jatuh.

Akibat pengeringan jumlah uang beredar, maka terjadilah pengerutan jumlah permintaan barang. Sementara, produksi barang terlanjur terdongkrak, tidak bisa ditekan.

Mungkin masyarakat pun bisa tidak lagi belanja barang tersebut, karena jenuh atau membatasi pembelian. Konsekuensinya, terjadilah perlambatan aktivitas ekonomi.

Itulah yang mengonfirmasi mengapa dalam Satu Semester 2024 ini, terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bersakala massif, khususnya pada industri manufaktur yang padat karya.

Bukan semata itu, deflasi juga memantulkan akar penyebab, yakni distribusi tabungan yang tidak merata.

Meminjam data Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), jika pertumbuhan tabungan orang kaya makin kencang. Bayangkan, pada Maret 2024, pertumbuhan simpanan nasabah yang di atas Rp2 miliar terdongkrak 8,9 persen, sedangkan April 2024, terus meroket 10,11 persen.

Sementara itu, simpanan di bawah Rp500 juta melambat, dan yang paling parah di bawah Rp100 juta kian melorot. Apalagi yang tidak punya tabungan, pasti makin kalang-kabut, nasib tidak menentu.

Sekadar catatan, tabungan orang kaya di bank per Agustus 2024 telah meroket hingga Rp4,245 triliun. Sementara yang tidak punya tabungan makin mengisi ruang-ruang kemiskinan dan kemelaratan di jalan-jalan.

Sektor informal membumbung tinggi. Itulah mengapa deflasi justru mengirim pesan, bahwa ketimpangan pendapatan makin akut.

Jadi, jangan percaya komentar Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa deflasi justru mengirim pesan yang positif. “Itu bullshit”.

*Penulis adalah Direktur Program Pascasarjana ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya