Berita

Tim pemenangan paslon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran nomor urut 1, Aries Sandi-Supriyanto (Asri), melaporkan kasus dugaan penemuan alat peraga kampanye (APK) dan baju paslon Nanda-Anton di dalam mobil dinas Camat Negerikaton, Enggo Pratama, ke Bawaslu/Istimewa

Politik

Buntut Temuan APK Paslon di Mobil Dinas, Camat Negerikaton Diperiksa Bawaslu

MINGGU, 06 OKTOBER 2024 | 00:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tim pemenangan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1, Aries Sandi-Supriyanto (Asri), telah melaporkan dugaan penemuan alat peraga kampanye (APK) dan baju paslon Nanda-Anton di dalam mobil dinas Camat Negerikaton, Enggo Pratama, ke Bawaslu setempat.

"Iya kemarin, kita sudah terima laporan dari tim paslon Aries Sandi DP-Supriyanto terkait dugaan temuan dari masyarakat di dalam mobil Camat Negerikaton terdapat APK dan baju salah satu paslon Bupati Pesawaran," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Fatihunnajah, dikutip RMOLSumsel, Sabtu (5/10).

Atas temuan dan laporan tim paslon Aries Sandi-Supriyanto, Bawaslu pun telah dilakukan registrasi karena sudah memenuhi formil maupun materil. Selain itu, Bawaslu juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dan beberapa saksi dari masyarakat. 


"Semalam terhadap oknum Camat sudah kita minta keterangan dan hari ini kita juga sudah meminta keterangan beberapa saksi. Besok kita juga akan melakukan pemeriksaan saksi yang telah disebutkan namanya," paparnya. 

Dia menambahkan, proses penanganan pidana pemilu adalah 3 hari. Jika kurang maka akan ditambah 2 hari sehingga menjadi 5 hari. 

"Hari ini, merupakan hari kedua setelah kita menerima laporan dan langsung kita tangani kemarin. Dan besok kita masih minta keterangan dari sejumlah saksi lagi, jika masih kurang makan ditambah dua hari lagi," pungkasnya. 

Sebelumnya, mobil dinas Camat Negerikaton diduga membawa alat peraga kampanye (APK) baju pasangan calon (paslon) Bupati Pesawaran nomor urut 2, Nanda Indira Bastian-Antonius Muhammad Ali.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya