Berita

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha di acara jumpa pers di Jakarta pada Jumat, 4 Oktober 2024/RMOL

Dunia

65 WNI Berhasil Dievakuasi dari Lebanon dalam Lima Gelombang

JUMAT, 04 OKTOBER 2024 | 19:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sejak Kedutaan Besar RI Beirut menetapkan status Siaga I untuk seluruh wilayah Lebanon pada 4 Agustus lalu, upaya evakuasi pada warga negara Indonesia (WNI) mulai dilakukan.

Menurut Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, terdapat tiga gelombang evakuasi pada 10, 18, 28 Agustus 2024 dengan 25 WNI yang berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Dikatakan bahwa setelah pengumuman kematian Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, KBRI kembali membujuk WNI Lebanon untuk ikut proses evakuasi pada 29 September 2024.


Akhirnya ada 40 WNI dan 1 warga negara asing yang bersedia dievakuasi dan dibagi dalam dua gelombang di tanggal 2-3 Oktober 2024.

"Gelombang keempat terdiri dari 14 laki-laki dan 6 perempuan dan daerah asal Jakarta, Riau, Aceh, Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, DIY, Bali. Mereka saat ini sudah berada di Amman (Yordania," papar Judha dalam jumpa pers di Jakarta pada Jumat (4/10).

"Kemudian pada gelombang lima ada 20 WNI dan 1 WNA, terdiri dari 10 laki-laki dan 1 Perempuan dengan daerah asal Riau, Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Sumbar." sambungnya.

Lebih lanjut Judha mengingatkan status keadaan darurat di Timur Tengah. Selain Lebanon, wilayah Palestina dan Israel saat ini statusnya sudah Siaga I (tanda bahwa proses evakuasi bisa dimulai).

"Masih ada empat WNI di Palestina mereka adalah relawan MER-C Indonesia. Ada 231 WNI di Israel mereka menempuh pendidikan di institut pertanian," ungkapnya.

Kemudian di Iran Siaga II dengan jumlah WNI 391 orang. Sementara di Suriah masih Siaga II, kecuali di empat provinsi yakni Al Hasakeh,
Ar Raqqah, Deir ez-Zur, dan Idlib yang ditetapkan sebagai Siaga I.

"Jumlah WNI di Suriah 1.201. Situasi Siaga I di empat provinsi Suriah. Belum ada rencana evakuasi karena tidak ada WNI di lokasi tersebut," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya