Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kinerja DPR Belum Sesuai Keinginan Rakyat

RABU, 02 OKTOBER 2024 | 11:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mayoritas masyarakat menilai bahwa kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) belum sepenuhnya mencerminkan aspirasi rakyat.

Hal ini diungkap Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio alias Hensat melalui video singkatnya di Instagram. 

Menurutnya, terdapat perbedaan signifikan antara harapan masyarakat dengan prioritas DPR dalam menyusun program legislasi nasional (prolegnas).  


"Rakyat mungkin berharap ada undang-undang yang menjamin sembako tetap murah dan pekerjaan yang nyaman, tapi yang muncul malah undang-undang cipta kerja," ujar Hensat seperti dikutip redaksi, Rabu (2/10).

Hensat menuturkan, dalam berbagai survei, termasuk survei KedaiKOPI, isu yang paling banyak diangkat oleh masyarakat adalah ekonomi keluarga dan lapangan pekerjaan. 

Namun, DPR justru mengalihkan fokus pada hal-hal lain, seperti revisi undang-undang Pilkada, yang menurut Hendri tidak menjadi prioritas masyarakat.

"Lah saya ini lagi laper, tiba-tiba kok DPR sibuk revisi UU Pilkada? kan kita bernegara gimana caranya bisa hidup lebih enak, lebih sejahtera," tandas Hensat.

Masyarakat pun menaruh harapan besar kepada anggota DPR terpilih yang baru saja dilantik untuk melakukan langkah konkret untuk mengatasi masalah-masalah mendesak yang rakyat hadapi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya