Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Garuda Indonesia Rugi Rp1,6 Triliun di Semester I-2024

SELASA, 01 OKTOBER 2024 | 16:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Maskapai penerbangan dalam negeri, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatat kerugian bersih sebesar 101,65 juta Dolar AS (Rp1,5 triliun) pada semester pertama tahun 2024. 

Angka ini meningkat 32,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini juga menyebabkan kerugian per saham dasar GIAA mencapai 0,00111 Dolar AS, atau sekitar Rp18,20 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Senin (30/9), meskipun pendapatan usaha Garuda Indonesia mengalami kenaikan 18,26 persen secara tahunan (yoy) menjadi 1,62 miliar Dolar (Rp26,5 triliun), namun berbagai beban operasional, pemeliharaan, serta biaya kebandaraan yang meningkat membuat perusahaan gagal mencatatkan margin bersih.


Secara operasional, maskapai penerbangan pelat merah ini membukukan kerugian sebelum pajak sebesar 112,95 juta Dolar AS, dengan total kerugian selama periode berjalan mencapai 100,35 juta Dolar AS. 

Kondisi ini semakin menambah defisit yang tercatat dalam neraca keuangan perusahaan, dengan ekuitas yang mengalami defisiensi modal hingga mencapai 1,38 miliar Dolar AS.

Pada akhir Juni 2024, total aset Garuda Indonesia tercatat sebesar 6,54 miliar Dolar AS, sementara total utang perusahaan mencapai 7,93 miliar Dolar AS. 

Meskipun demikian, perusahaan tercatat masih memiliki cadangan kas dan setara kas sebesar 229,11 juta Dolar AS pada akhir paruh pertama tahun ini.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya