Berita

Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati/Net

Dunia

Tentara Nasional Lebanon Siap Dikerahkan Sesuai Resolusi PBB 1701

SELASA, 01 OKTOBER 2024 | 12:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Lebanon yang dipimpin oleh Perdana Menteri sementara, Najib Mikati mengumumkan kesiapan pengerahan tentara nasional negara itu ke perbatasan Selatan.

Keputusan itu diambil guna merespon peningkatan eskalasi militer antara Hizbullah dan Israel dan dilakukan sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

“Lebanon siap mengirim tentaranya ke wilayah selatan dengan berkoordinasi dengan misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL),” kata Mikati setelah pertemuan dengan Ketua Parlemen, Nabih Berri, di Beirut, seperti dimuat Middle East Monitor pada Selasa (1/10).


Resolusi 1701 yang diadopsi pada 11 Agustus 2006 menyerukan penghentian total permusuhan antara Lebanon dan Israel dan pembentukan zona demiliterisasi antara Garis Biru (perbatasan antara Lebanon dan Israel) dan Sungai Litani.

Kesepakatan ini juga hanya mengizinkan tentara Lebanon dan UNIFIL (Misi Perdamaian PBB di Lebanon) untuk memiliki senjata dan peralatan militer di wilayah tersebut.

Mikati mengatakan pembicaraannya dengan Berri membahas beberapa masalah internal, termasuk situasi orang-orang yang mengungsi dan kebutuhan untuk memberikan dukungan yang diperlukan bagi mereka.

Dia mengaku akan bertemu dengan perwakilan dari negara-negara donor pada hari Selasa (1/10) untuk meminta bantuan bagi Lebanon.

"Lebanon akan menerima semua sumbangan dari sumber-sumber internasional, memastikan bahwa sumbangan tersebut akan didistribusikan secara transparan melalui PBB kepada mereka yang membutuhkan," tegasnya.

Pihak berwenang Lebanon memperkirakan bahwa sekitar 118.800 orang telah berlindung di 780 tempat penampungan di seluruh Lebanon karena serangan Israel dalam beberapa hari terakhir.

Mikati juga menyoroti pentingnya memilih presiden baru untuk Lebanon melalui konsensus di antara semua pihak.

PM sementara Lebanon itu mencatat sidang parlemen untuk memilih presiden akan segera dilakukan setelah gencatan senjata dengan Israel tercapai.

Lebanon tidak memiliki presiden selama hampir dua tahun setelah berakhirnya masa jabatan Michel Aoun pada tahun 2022. Parlemen yang terpecah sejauh ini belum dapat memilih pemimpin baru.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya