Berita

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menggelar konferensi pers usai sidang Majelis Umum PBB, New York pada Sabtu waktu setempat, 28 September 2024/Repro

Global

Menlu RI: Pengakuan Negara Palestina Investasi Menuju Dunia Damai

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2024 | 16:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Semakin banyak negara yang mengakui kedaulatan Palestina, maka konflik di Timur Tengah akan segera teratasi dan stabilitas serta perdamaian dunia bisa tercapai. 

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi di Sidang Majelis Umum PBB di New York pada Sabtu waktu setempat (28/9). 

Dikatakan bahwa mayoritas PBB setuju bahwa solusi dua negara merupakan cara yang paling tepat untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel. 


Menurut Menlu untuk mengimplementasikan solusi tersebut, diperlukan peran dari banyak negara PBB untuk memberikan pengakuan terhadap negara Palestina. 

Pengakuan tersebut tidak hanya memberikan Palestina haknya, tetapi juga akan memberikan tekanan bagi Israel agar segera menghentikan tindakan genosidanya di Gaza dan wilayah lain di Timur Tengah. 

"Oleh karena itu, saya mendesak negara-negara yang belum mengakui Negara Palestina untuk melakukannya sekarang. Jika setiap dari kita melakukannya, pasti akan memberikan dampak," tegasnya. 

Berdasarkan paparan tersebut, Menlu menekankna bahwa pangakuan terhadap kedaulatan Palestina merupakan suatu investasi untuk mewujudkan perdamaian global. 

"Pengakuan Palestina saat ini adalah investasi yang akan menghasilkan dunia yang lebih damai, adil dan manusiawi di masa mendatang," kata dia. 

Menlu juga mendesak agar seluruh anggota DK PBB segera melakukan tindakan nyata untuk menghentikan Israel yang kini membawa kawasan Timur Tengah di ambang perang regional. 

"Sekali lagi, Indonesia mendesak Anggota Tetap Dewan Keamanan untuk bertindak nyata, untuk segera menghentikan Israel dari pelanggaran hukum internasional yang terang-terangan dan untuk mengakhiri impunitas Israel," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya