Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saat berpidato di sidang Majelis Umum PBB, New York, Sabtu, 28 September 2024/AP

Dunia

Di Forum PBB, Rusia Ancam Barat Pakai Nuklir

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2024 | 08:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rusia semakin tegas dengan ancamannya tentang penggunaan senjata nuklir di tengah perang dengan Ukraina.

Peringatan itu disampaikan kembali oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saat berpidato di sidang Majelis Umum PBB, New York, Sabtu waktu setempat (28/9).

Lavrov menyebut pasokan senjata yang terus dikirimkan sekutu Barat ke Ukraina akan semakin memperkuat keteguhan Rusia untuk mengeluarkan senjata nuklirnya.


"Saya tidak akan berbicara di sini tentang ketidakberdayaan dan bahaya dari gagasan mencoba berjuang untuk meraih kemenangan dengan kekuatan nuklir, yang merupakan Rusia," tegasnya, seperti dimuat Global News.

Dia menggunakan kata ancaman seperti Barat mencoba mengalahkan Moskow dengan mempersenjatai Ukraina, tetapi mereka sebenarnya mengambil langkah untuk bunuh diri.

"Apakah mereka akan memberikan izin bagi Ukraina untuk senjata jarak jauh atau tidak, maka kita akan melihat apa pemahaman mereka tentang apa yang mereka dengar," kata Lavrov lagi.  

Bayangan ancaman dan konfrontasi nuklir telah menghantui perang di Ukraina sejak dimulai.

Sesaat sebelum invasi, Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan dunia bahwa negaranya adalah salah satu negara nuklir paling kuat, dan ia menempatkan pasukan nuklirnya dalam siaga tinggi tak lama setelah itu.

Retorika nuklirnya telah meningkat dan mereda di berbagai titik sejak saat itu.

Pada awal pekan ini, Putin mengatakan bahwa jika diserang oleh negara manapun yang didukung oleh negara bersenjata nuklir, Rusia akan menganggapnya sebagai serangan gabungan.

Ia tidak menyebutkan apakah itu akan menimbulkan respons nuklir, tetapi ia menekankan bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir sebagai tanggapan terhadap ancaman keamanan nasional.

Setelah lebih dari dua setengah tahun bertempur, Rusia perlahan-lahan tetapi terus memperoleh kemajuan di wilayah timur Ukraina.

Ukraina telah berulang kali menyerang wilayah Rusia dengan rudal dan pesawat nirawak dan mempermalukan Moskow dengan serangan balik di wilayah perbatasan Kursk bulan lalu.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya