Berita

Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi/RMOLJabar

Politik

Pilkada Jabar 2024

Dedi Mulyadi Dukung Pelestarian Pengobatan Tradisional Tionghoa

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2024 | 03:37 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan dukungannya agar pengobatan tradisional Tionghoa terus dilestarikan. Bahkan Dedi berharap metode pengobatan tersebut dapat dikombinasikan dengan pengobatan modern di berbagai klinik.

Pernyataan tersebut disampaikan saat berkunjung ke Gedung Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP), markas utama Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP), di Jalan Nana Rohana, Kota Bandung, Sabtu (28/9).

Menurut Dedi, pengobatan tradisional Tionghoa memiliki manfaat yang tidak kalah dengan pengobatan modern. Namun, diperlukan tenaga ahli yang mampu memadukan kedua metode ini secara optimal.


“Pengobatan herbal Tionghoa, seperti seni akupunktur, sangat bermanfaat. Ini bisa disinergikan dengan pengobatan modern yang sudah ada. Jangan sampai warisan turun-temurun ini hilang begitu saja,” ujarnya, dikutip RMOLJabar, Sabtu (28/9).

Dedi juga menyayangkan masih banyak masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri, seperti ke Singapura atau Malaysia, dengan alasan sistem pelayanan dan peralatan medis di negara-negara tersebut dinilai lebih baik.

"Kadang ironis, kita berobat ke Singapura, tapi ternyata dokternya orang Indonesia. Oleh karena itu, kita perlu terus memperbaiki sistem kesehatan di dalam negeri,” tuturnya.

Dedi juga menyinggung rencana pembangunan Museum Indonesia Tionghoa yang berlokasi tak jauh dari YDSP. Museum ini diharapkan dapat memperkenalkan beragam aspek budaya Tionghoa, mulai dari seni, kuliner, seni bela diri, hingga metode pengobatan alternatif.

“Saya ingin generasi muda Tionghoa kembali belajar aksara Tionghoa agar budaya ini tetap terpelihara. Saya juga akan mendukung upaya digitalisasi museum tersebut,” imbuhnya.

Sementara, Koordinator Kegiatan MTP, Herman Widjaja, mengapresiasi kunjungan Dedi Mulyadi ke YDSP. Menurutnya, banyak masukan positif yang diterima terkait peran dan kontribusi etnis Tionghoa di Indonesia.

“Kang Dedi juga memberikan pandangannya tentang pengembangan pariwisata, pendidikan, dan peningkatan ekonomi di masa depan,” jelas Herman.

Lebih lanjut, Herman menyebut Dedi Mulyadi turut menyoroti masalah pengangguran di Jawa Barat serta solusi bagi mereka yang hidup di jalan agar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Harapan kami, siapapun nanti yang terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, bisa berkolaborasi dengan etnis Tionghoa untuk memajukan daerah,” tutup Herman.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

DPR Dorong Pemerataan APBN Demi Daerah 3T Tidak Tertinggal

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:50

Utut Adianto Ngarep PDIP Tidak Ditinggalkan dalam RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:20

Dasco Pastikan Tak Akan Tinggalkan Fraksi PDIP di RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:50

Pidato Prabowo Bukti Pemerintah Berada di Jalur yang Benar

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:23

Purbaya: Pajak Karbon Motor BBM Masih Dikaji, Belum Final

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:57

Prabowo Pilih Guyur Insentif Motor Listrik Ketimbang Perbesar Subsidi BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:45

Perkuat Pasar Muslim Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik Wisatawan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:14

RUU Daerah Kepulauan jadi Kado Puluhan Juta Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:59

Pidato Kenegaraan Prabowo Tunjukkan Kejelasan Arah Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:31

Status Tim Penyelesaian Sengketa Internal PPP Dinilai Cacat Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:07

Selengkapnya