Berita

Ilustrasi kerusuhan di acara diskusi FTA bertajuk "Silaturahmi Kebangsaan Diaspora bersama Tokoh dan Aktivis Nasional" di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Sabtu (28/9)/Repro

Politik

Mantan Danjen Kopassus Minta Kapolri Usut Tuntas Pembubaran Diskusi FTA

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2024 | 02:54 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Aksi pembubaran paksa acara silaturahmi yang digelar oleh Forum Tanah Air (FTA) bertajuk "Silaturahmi Kebangsaan Diaspora bersama Tokoh dan Aktivis Nasional" di Hotel Grand Kemang, Jakarta pada Sabtu (28/9), disesalkan banyak pihak. Terlebih, dalam acara itu sejumlah tokoh berkumpul untuk memikirkan kebaikan bagi bangsa.

Saat itu, sejumlah orang tak dikenal dan mengenakan masker bertindak anarkis dengan memporakporandakan panggung, menyobek backdrop, mematahkan tiang microphone, dan mengancam para peserta yang baru hadir. Anehnya, sejumlah aparat kepolisian yang ada di lokasi terkesan tidak mengambil tindakan saat terjadi aksi premanisme.

Beruntung, sejumlah tokoh yang hadir termasuk panitia tidak terprovokasi. Sehingga acara akhirnya bisa diselesaikan hingga selesai. 


Diskusi ini juga digelar secara online dan disaksikan para Diaspora Indonesia di 22 negara.

"Saya sendiri hadir bersama sejumlah tokoh lainnya. Ada Bung Refly Harun, Marwan Batubara, Said Didu, Pak Din Syamsuddin, Rizal Fadhilah, serta Ketua dan Sekjen FTA, Tata Kesantra dan Ida N. Kusdianti, termasuk sejumlah elemen aktivis lainnya," ujar Mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (29/9).

Atas kejadian itu, Soenarko pun meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus premanisme tersebut. Pasalnya, ada sejumlah aksi kriminal yang dilakukan oleh kelompok penyerang baik berupa tindakan memporakporandakan panggung, menyobek backdrop, mematahkan tiang microphone, dan mengancam para peserta yang hadir.

Kepada segenap elemen bangsa, Soenarko mengimbau agar tetap fokus pada upaya untuk menyelamatkan bangsa. Sebab, peristiwa semacam ini tidak mungkin terjadi, jika tidak ada perlindungan kekuasaan melalui alat Negara yang dikendalikan kekuasan. Sehingga para perusuh berani menyerang acara diskusi.

"Peristiwa ini makin membulatkan tekat, bahwa kita semua elemen anak bangsa harus bersatu dan bersinergi. Jangan sampai, kita terpancing dan masuk pada agenda pecah belah rezim, untuk melemahkan tuntutan rakyat dengan modus operandi membenturkan sesama elemen anak bangsa," demikian Soenarko.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya