Berita

Mantan penasihat Gedung Putih, John Bolton/Net

Global

AS Janjikan Hadiah Rp302 Miliar untuk Infromasi Tentang Buron Iran

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2024 | 16:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang mampu memberikan informasi mengenai tersangka yang diduga menjadi dalang di balik rencana pembunuhan pejabat Gedung Putih John Bolton.

Pada Agustus tahun 2022, AS mengumumkan bahwa seorang anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Shahram Poursafi diduga berencana membunuh Bolton yang saat itu merupakan penasihat keamanan nasional di bawah mantan Presiden Donald Trump.

Poursafi disebut telah menawarkan 300.000 dolar AS kepada orang yang tidak dikenal di Amerika Serikat untuk membunuh Bolton di daerah ibu kota.


Namun, rencana tersebut tidak pernah berhasil karena orang itu telah menjadi informan Biro Investigasi Federal.

Dalam sebuah pernyataan, Deplu AS mengungkap hadiah untuk informasi apapun mengenai Poursafi bisa mencapai 20 juta dolar AS atau Rp302 miliar.

"Program 'Hadiah untuk Keadilan' Departemen Luar Negeri menawarkan hadiah hingga 20 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan atau hukuman Poursafi," demikian bunyi pemberitahuan tersebut, seperti dikutip dari AFP pada Jumat (27/9).

Upaya pencarian terhadap pembunuh Bolton dilakukan setelah Trump yang kini mencalonkan diri kembali melaporkan bahwa ia menghadapi ancaman kematian dari Iran.

Bolton, yang dianggap sebagai orang yang agresif dalam kebijakan luar negeri, adalah kritikus keras Iran dan menganjurkan agar Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada tahun 2018.

Rencana tersebut kemungkinan besar dijalankan setelah AS membunuh komandan tinggi Garda Nasional Qasem Soleimani di Irak pada bulan Januari 2020.

Pihak berwenang Iran menolak tuduhan tersebut, menyebutnya sengaja dikarang dan tidak masuk akal.

Amerika Serikat telah menetapkan seluruh Garda Revolusi sebagai organisasi teroris asing pada tahun 2019.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya